Akhirnya Jadi Buku (Bagian-2)

(Tidak) Sekadar Mengajar adalah karya Ustadz dan Ustadzah SMP/MA Darul Madinah Kota Madiun. Buku ini adalah hasil dari acara Belajar Nulis Bareng. Sebuah kebanggan, karena saya telah menjadi bagian kecil dari terbitnya buku antologi ini. Judul buku ini saya ambil dari salah tulisan dalam buku dengan judul yang sama yang ditulis oleh Ustadzah Ni’matul Hasanah.

Saya memilih judul (Tidak) Sekadar Mengajar bukan tanpa alasan. Pembukaan dalam tulisan Ustadzah Ni’matul Hasanah yang begitu menyentuh. “Menjadi guru adalah pangilan jiwa”, begitulah penulis membuka tulisannya. Dalam tulisan itu, Ustadzah Ni’matul Hasanah menjelaskan bahwa beliau tidak bercita-cita jadi guru, eh malah jadi guru. Itulah (mungkin) yang dimaksud penulis sebagai panggilan jiwa. Menariknya lagi diakhir pembuka, penulis menutup dengan kalimat yang menginspirasi, “Jika pengalaman adalah salah satu guru terbaik, maka menjadi seorang guru adalah salah satu pengalaman terbaik.”

Buku ini berisi tentang catatan pembelajaran yang dialami oleh penulis. Dengan berbagai macam penuturan dalam tulisan, membuat buku ini sangat menarik untuk dibaca oleh calon pendidik maupun pendidik. Banyak pelajaran yang berharga yang bisa kita ambil dari buku antologi ini. Sangat inspiratif karena orang-orang muda penulisnya.

Setiap diskusi dengan Ustadz Amir Abdullah, saya selalu mengatakan sumberdaya (baca: pendidik) yang hebat ketika tidak diwadahi, maka tidak akan menghasilkan inovasi yang luar biasa. Lembaga/Yayasan/Sekolah hanya perlu mewadahi pendidik yang hebat ini untuk selalu berkarya dan berinovasi. Buku antologi ini adalah salah satu bukti bahwa wadah Belajar Nulis Bareng akan menghasilkan karya yang menginspirasi. Baru satu wadah, menulis buku. Seandainya ada seratus wadah, maka akan muncul seratus karya. Bagaimana jika seribu wadah? (Bersambung di bagian-3).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *