Bacaanmu, Isi Otakmu

Tidak berlebihan memang jika saya mengatakan bahwa bacaanmu adalah isi otakmu.

Minggu ini, kita hebohkan dengan dengan meme dua pejabat publik yang lagi membaca. Sesuatu yang menarik adalah buku bacaan. Satunya membaca komik si Juki dan satunya membaca buku How Democracy Die. Melihat judulnya saja tentu teman-teman bisa menebak isinya. Terus terang saya belum pernah membaca kedua buku tersebut. Ya sudahlah. Tidak perlu ikut berpolemik masalah bacaan kedua pejabat publik. Berbagai macam komentar yang menarik perhatian saya. Terkadang lucu, terkadang sok tahu. Itulah netizen.

Tidak berlebihan memang jika saya mengatakan bahwa bacaanmu adalah isi otakmu. Dalam konsep berpikir, setidaknya ada tiga hal penting yang harus terpenuhi, yaitu otak, indera, fakta, dan informasi terdahulu. Tiga komponen pertama (otak, indera, dan fakta) bersifat statis dan komponen terakhir bersifat dinamis. Informasi terdahulu (ma’lumat tsabiqah) adalah komponen terpenting dalam menilai suatu fakta. Komponen ini salah satu cara menambahkan adalah dengan membaca.

Analisis fakta akan menjadi mendalam jika banyak informasi yang dimiliki oleh seseorang. Misalnya ada fakta pandemi, bagi orang yang memiliki banyak informasi, dia tidak akan melihat satu sisi saja. Dia akan menghubungkan segala macam informasi dan fakta untuk membuat narasi analisis terhadap masalah pandemi. Pandemi bisa dilihat dari sisi kesehatan, dampak ekonomi, politik, bahkan konspirasi sekalipun. Analisis ini dipengaruhi oleh bacaannya.

Kecerdasan berbicara (kemampuan oral) juga dipengaruhi oleh buku yang dibacanya. Semakin banyak membaca, biasanya kemampuan bicaranya akan lancar, begitu sebaliknya. Kemampuan menulis juga dipengaruhi oleh bacaan. Orang yang suka menulis puisi, akan lebih suka membaca buku-buku yang berhubungan dengan puisi. Orang yang suka menulis cerpen, akan lebih suka membaca buku-buku yang berhubungan dengan cerpen. Penulis yang memiliki banyak bacaan, akan kaya dengan diksi dan mudah dipahami. Apapun bacaanmu, yang penting kamu suka baca. Bacaanmu adalah siapa dirimu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *