Belajar dari …

Walaupun orang-orang itu penting (pejabat) dan sibuk, saya selalu menyempatkan untuk diskusi singkat. Berusaha dan belajar untuk menjadi pendengar yang baik. Jarang-jarang ketemu orang-orang (yang saya pandang) hebat.

(Mungkin) sudah menjadi kebiasaan saya. Saya selalu memberanikan diri untuk selalu menimba ilmu dari orang lain. Siapapun itu. Saya sangat senang ketika bertemu dan dipertemukan dengan orang-orang yang bisa diambil ilmu. Walaupun orang-orang itu penting (pejabat) dan sibuk, saya selalu menyempatkan untuk diskusi singkat. Berusaha dan belajar untuk menjadi pendengar yang baik. Jarang-jarang ketemu orang-orang (yang saya pandang) hebat.

Ustadz Amir Abdullah. Beliau adalah Kepala Madrasah Aliyah Darul Madinah Kota Madiun. Saya bertemu beliau dalam banyak kesempatan, di pondok Darul Madinah, bahkan di rumah saya ketika beliau menyempatkan mampir ke rumah saya. Saya banyak belajar dari beliau. Saya belajar pola pikir anak muda yang visioner. Beliau sudah menjadi kepala sekolah (madrasah) sejak muda. Pemikiran-pemikiran visioner beliau terkadang berbenturan dengan orang-orang sekitar beliau yang tidak sejalan, tetapi beliau tetap gigih karena untuk kemajuan lembaga pendidik yang dipimpin. Dari beliau saya belajar kepemimpinan dan regenerasi. Konsep regenerasi beliau sangat bagus. Cara beliau menyiapkan sosok pengganti, model pendampingan, sampai pendelegasian tugas.

Bapak Raden Imam Wahyudi. Beliau adalah Kepala SMA Negeri 1 Kota Mojokerto. Pertama kali saya ketemu beliau saat mengantarkan jurnal. Tidak banyak diskusi saat itu. Diskusi lebih dalam saat saya dan tim jurnalistik SMA Negeri 1 Kota Mojokerto menggarap Majalah Sekolah SmileUp. Setiap ketemu beliau di ruangannya, tidak saya sia-siakan untuk menimba ilmu dari beliau. Dari beliau saya belajar cara memimpin bawahan dengan ikhlas. Kelapangdadaan beliau patut saya acungi jempol. Beliau selalu mengajarkan bahwa kepala sekolah harus menjadi teman bawahannya dalam segala hal, bahkan dengan siswa sekalipun. Beliau akrab dengan siswa. Dari beliau saya belajar bahwa sapaan sederhana akan menambah keakraban dengan siapapun, termasuk pendidik (tenaga pendidik), dan peserta didik.

Ustadzah Agustin Wahyuningtyas. Beliau adalah Kepala SMPIT Permata Kota Mojokerto. Sangat singkat bertemu beliau. Saya banyak berdiskusi tentang kebijakan beliau melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ustadzah Umi Fauziah. SMPIT Permata sebagai sekolah swasta yang mapan maju telah mampu memberdayakan seluruh SDM yang masih muda-muda untuk selalu berkarya, termasuk tantangan membuat modul pendamping daring yang diterbitkan melalui Penerbit Delta Pustaka. Saya yakin SMPIT Permata Kota Mojokerto akan selalu mendapatkan tempat di hati orang tua yang menginginkan anak-anak sekolah bermutu dan berkualitas. Syaratnya, selalu berinovasi dalam segala hal. Itulah yang saya dapatkan dari berinteraksi singkat dengan beliau.

Bapak Muharto. Beliau adalah plt. Kepala SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto. Tempat saya bertugas. Beliau juga Kepala SMK Negeri 1 Dlanggu Mojokerto. Beliau juga menjabat sebagai tim penilai angka kredit Propinsi Jawa Timur. Sejak 2009 telah memiliki ketertarikan dengan pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan karya inovatif melalui Permen PAN dan RB 16 Tahun 2009, Buku 4, dan Buku 5. Saya berusaha menggali lebih dalam tentang perihal teknis penilaian angka kredit yang terkadang menjadi kebijakan lokal dari beliau. Setiap ada kesempatan waktu, saya gunakan diskusi singkat tentang seluk beluk penilaian angka kredit.

Ilmu dari beliau berempat sangat berguna bagi saya pribadi dalam melihat setiap permasalahan dan solusinya dalam mengelola sebuah lembaga pendidikan dan karir sebagai ASN. Tidak hal yang percuma,  ketika kita dipertemukan dengan orang-orang hebat. Ambil ilmunya walaupun dalam waktu singkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *