Bertemu-Berdiskusi-Berkarya-Bubar

Sebagaimana siklus PTK, Bertemu-Berdiskusi-Berkarya-Bubar akan membetuk siklus dan akan terus berulang, sampai kita tidak bisa berkarya lagi alis meninggal dunia. Meninggalkan dunia dengan karya akan jauh berharga daripada tanpa karya. Karya itulah keabadian. Menulislah, niscaya engkau akan abadi.

Salah satu jamaah fesbukiyah, mengomentari salah satu tulisan saya di facebook,¬†” Pak, kok ndak bikin grup facebook saja, biar enak komunikasinya,“. Komentar ini benar adanya dan sangat masuk akal. Entah mengapa saya kontra dengan komentar ini. Jawaban itu tiba-tiba muncul dalam benak saya dan saya belum mencari makna dibalik itu: Bertemu-Berdiskusi-Berkarya-Bubar. Sampai hari ini saya masih memikirkan makna di balik jawaban itu. Tulisan ini dibuat sambil berpikir tentang makna yang tepat.

(Mungkin) saya salah sangka atau dengan kata lain suudzon, maafkan saya sebelumnya. Ada grup facebook yang berbondong-bondong mencari anggota sebanyak-banyaknya untuk ke grup facebook. Saya tidak mau berandai-andai tujuannya. Pastinya untuk kebaikan, semoga! Saya akan pakai analisis saya menggunakan grup Whatsapp yang saya bentuk. Anggota maksimum seperti ketentuan Whatsaap, 256 anggota. Walaupun anggota maksimum 257, saya luangkan 1 orang agar admin bisa mengunci grup. Menurut pengalaman, ketika anggotanya 257, admin tidak bisa mengubah pengaturan tentang orang yang bisa mengirim pesan.

Analisis saya adalah dari anggota 256 (dikurangi admin 2) menjadi 254 anggota, yang komentar dan mengisi daftar hadir tiap materi video di kanal video Youtube tidak lebih dari 100 orang. Ini artinya apa? Sekitar 154 anggota berstatus ghaib. Ghaib artinya ada tapi tidak ada. Ada orang tapi ndak ada wujudnya. Saya lihat views di setiap video materi di Youtube selalu melebihi orang yang mengisi daftar hadir, bahkan views-nya bisa 3 kali lipat yang mengisi daftar hadir. Nah, bisa jadi peserta ghaib ini memang peserta yang melihat tanpa mengisi daftar hadir, semoga saja! Jangan-jangan, peserta ghaib ini sebagai penuntut ilmu sejati. Andakah itu?

Grup yang hanya 254 orang saja, yang aktif hanya 100-an orang, apalagi yang sudah ribuan, bahkan puluhan ribu anggota di media sosial seperti Facebook. Maka, berdasar analisis itulah saya tidak membentuk grup permanen. Biarlah pertemuan yang singkat ini menjadi kenangan. Kenangan itu ada karya teman-teman, salah satunya adalah buku. Lalu apa makna di balik kata: Bertemu-Berdiskusi-Berkarya-Bubar?

Bertemu artinya berkumpul di suatu tempat karen tujuan tertentu. Betapa kagetnya ketika saya mengurutkan daftar peserta berdasarkan propinsi, ternyata mulai dari Aceh sampai Papua Barat. Bertemu dan berkumpulnya 254 orang dari Aceh sampai Papuan Barat dengan segala keunikan suku, bahasa, dan cita rasa. Seketika itu juga saya bisa menobatkan diri menjadi fasilitator tingkat nasional dalam waktu singkat walaupun tidak bersertifikat. Saya mengucapkan terima kasih kepada partisipasi teman-teman, entah siapapun itu, yang telah menggerakkan jarinya untuk membagi flyer sederhana.

Berdiskusi bermakna belajar. Belajar bareng-bareng (bersama), berbagi. Dalam grup Kelas #PTKjadiBUKU, kita bersama-sama belajar membuat buku dari laporan penelitian tindakan kelas. Belajar melalui media aplikasi pesan instan Whatsapp, melihat pemaparan materi di Youtube, berdiskusi di kolom komentar. Apapun medianya yang penting belajar. Mengutip WA teman saya, WA ajang mencari ilmu.

Berkarya dapat ditafsirkan buku atau buku elektronik. PTK yang sudah berhasil dimodifikasi menjadi buku akan menjadi karya. Karya inilah yang akan menjadi kenangan. Kalau boleh melow, setiap memandangi buku teringat pelatihan daring Kelas #PTKjadiBUKU. Cie..cie…. Biarlah karya menjadi kebanggaan abadi di depan orang atau pembaca. Sampai kita meninggal pun karya kita masih bisa dibaca orang lain.

Bubar bisa dimaknai left grup (meninggalkan grup). Meninggalkan grup bukan seperti orang yang meninggal tanpa meninggalkan karya. Tetapi bubar atau pulang yang dimaksud di sini adalah dengan membawa karya (baca: Buku). Inilah yang saya artikan bubar bermakna. Bukan bubar dengan tangan kosong. Bubar membawa kekecewaan.

Sebagaimana siklus PTK, Bertemu-Berdiskusi-Berkarya-Bubar akan membetuk siklus dan akan terus berulang, sampai kita tidak bisa berkarya lagi alis meninggal dunia. Meninggalkan dunia dengan karya akan jauh berharga daripada tanpa karya. Karya itulah keabadian. Menulislah, niscaya engkau akan abadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *