Buku adalah Monumen

Buku adalah mimpi penulis, yang ketika sudah buku, maka buku adalah monumen yang selalu dipandangi. Bayangkan jika ada setitik nila kesalahan dalam tulisan di bukunya, maka setiap hari penulis akan teringat kesalahan itu, walaupun hanya kurang titiknya saja.

Once upon time in somewhere, cover buku salah satu penulis sudah jadi. Tiba-tiba tidak cocok dengan gambar cover yang saya pilih. Alhasil, cover pun berubah. Cover kedua sudah jadi dan cocok. Tetiba, penulis kirim Whatsapp ke saya, katanya suaminya suka dengan cover pertama. Dengan sangat sabar, saya kembalikan cover ke semula. Untung saja di aplikasi Dorel Draw atas icon ajaib, Undo. Dalam sekejap, cover balik semula.

Penulis lain, punya soalan yang berbeda. Penulis ini komplain bahwa ada beberapa kata dalam puisi yang keliru dan sebenarnya penulis ini tidak ingin memperbaiki juga tidak apa-apa. Saya memaksakan diri untuk membetulkannya. Banyak penulis lain yang komplain hal sama. Ada kesalahan ketik atau tanda baca. Penulis-penulis itu juga dengan sopan meminta mengedit dan meminta maaf karena merepotkan. Bagi saya, terpaksa atau tidak, akan saya edit sesuai permintaan penulis. Mengapa?

Begini, bagi saya yang merangkap multijabatan, mulai dari CEO, penata letak, penyunting, dan sebagainya, buku itu adalah hal biasa. Sangat beda dari sudut pandang, penulis. Buku bagi penulis adalah sesuatu karya masterpiece atau bahkan catatan sejarah hidup yang abadi untuk dikenang sampai anak cucu. Untuk itulah, saya tidak pernah mengeluh bila ada komplain kesalahan ketik, tanda baca, tabel, apapun itu, pasti akan saya perbaiki selama belum naik cetak. Buku adalah mimpi penulis, yang ketika sudah buku, maka buku adalah monumen yang selalu dipandangi. Bayangkan jika ada setitik nila kesalahan dalam tulisan di bukunya, maka setiap hari penulis akan teringat kesalahan itu, walaupun hanya kurang titiknya saja. Monumen yang indahpun akan ternoda hanya kesalahan kecil. Saya sebagai orang yang membangunkan monumen bagi penulis, akan dengan sabar membangun monumen itu, sampai penulis bilang Fix Cetak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *