Digital Media Public Relation

Era 4.0, bahkan era 5.0 telah memasuki seluruh segi kehidupan, termasuk pendidikan. Era  ini ditandai dengan penggunaan teknologi informasi yang masif dan jamak kita temui, mulai dari presensi daring menggunakan aplikasi, pembelajaran daring, evaluasi daring, dan apapun itu yang melibatkan teknologi di dalamnya. Teknologi informasi berfungsi sebagai alat bantu yang lebih efektif dalam menunjang aktivitas atau kegiatan dalam bidang pendidikan, lebih khusus lagi, dalam bidang pembelajaran. Tidak ketinggalan, dalam bidang public relation atau kehumasan. Rutinitas kehumasan harus tetap dilaksanakan, tetapi inovasi harus juga dipikirkan, termasuk penggunaan media digital dalam kehumasan.

YouTube

Siapa sih yang tidak kenal YouTube? Bahkan YouTube lebih populer dan suka ditonton daripada televisi. Sebaliknya, televisi menggunakan YouTube dalam siarannya, baik live maupun recorded. Dalam konteks kehumasan, YouTube dapat difungsikan sebagai media televisi digital untuk merekam seluruh aktivitas atau kegiatan sekolah, baik yang bersifat searah atau interaktif berbantuan aplikasi video conference, seperti Zoom. YouTube juga berfungsi sebagai portfolio kegiatan sekolah. Ketika ada orang yang tanya, misalnya pengawas, apa saja kegiatan sekolah? Kita tinggal ngomong dengan santai, “lihat saja YouTube kami, pak. Jangan lupa, like, share, comment, and subscribe.”. Selesai urusan daripada menjelaskan sampai berbusa-busa.

Untuk mengoptimalkan fungsi YouTube sebagai media komunikasi, maka diperlukan studio. Studio YouTube ini akan dapat dimanfaatkan berbagai kegiatan, seperti dialog interaktif, penyampian program sekolah, pembelajaran daring, podcast, studio broadcasting, dan masih banyak lagi. Bahkan digunakan untuk siaran live. Apalagi masa pandemi seperti ini dengan adanya pembatasan aktivitas, cukup Kepala Sekolah menyampaikan program-program sekolah menggunakan YouTube. Bila dibutuhkan interaktif dengan orang tua, bisa dikombinasi dengan Zoom.

Social Media

Siapa sih zaman sekarang yang tidak punya akun media sosial? Pasti semua punya. Entah apapun itu. Sosial media telah menjadi alam kedua setelah alam nyata. Walaupun virtual, sosial memiliki peran yang penting dalam penyampaian informasi terkait kegiatan yang ada di sekolah. Orang tua dan peserta didik mayoritas memiliki akun media sosial dan ini merupakan potensi yang luar biasa untuk mengoptimal fungsi media sosial dalam sosialisasi kegiatan sekolah. Jika, YouTube berfungsi untuk menayangkan video-video berdurasi panjang, maka media sosial dapat difungsikan sebagai media kampanye gambar dan meme serta video-video pendek bergantung pada karakteristik media sosial. Facebook dapat digunakan mengunggah gambar dan video, Instagram lebih ke teks pendek, gambar, dan video pendek, TikTok dapat digunakan unggah video pendek, dan Twitter untuk teks dan video pendek. Sebagai fungsi branding, maka akun media sosial sekolah harus Official (resmi). Karena resmi,  maka diperlukan kontrol terhadap konten-konten yang akan diunggah.

Whatsapp

Aplikasi Whatsapp tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi saja, tetapi lebih dari itu. Sebagai lembaga, maka Whatsapp yang digunakan adalah Whatsapp bisnis karena mencantumkan profil lembaga atau sekolah. Tim kehumasan bisa menggunakan menu-menu lain, selain percakapan, yaitu Whatsapp stories dan pesan broadcast. Sebisa mungkin Whatsapp ini aktif selama jam kerja, untuk menampung keluhan atau informasi dari orang tua peserta didik selama pembelajaran daring atau luring.

Website

Laman (Website) memang terdengar kuno, tetapi masih efektif untuk menyampaikan kegiatan sekolah. Website resmi dengan domain sch.id wajib dimiliki sekolah. Fungsi dari laman ini adalah untuk memuat visi dan misi, profil sekolah, dan kegiatan lainnya. Biasanya didominasi oleh teks dan gambar, tetapi tidak menutup kemungkinan dengan video embedded dari YouTube. Laman ini biasanya berbentuk pasif dan tidak interaktif, sebagaimana media sosial dan YouTube. Sehingga fungsi hanya optimal pada penyampaian informasi-informasi resmi terkait program dan kegiatan sekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *