Dipaksa Belajar Covid-19

Saya sebagai guru harus mengingatkan teman-teman saya sesama guru. Agar tidak seperti Nokia, maka kita harus terpaksa belajar. Sebagaimana hari ini, kita dipaksa belajar daring oleh Covid-19.

Pademi Covid-19 telah mengubah kebiasaan hidup manusia. Semua manusia dipaksa untuk tunduk pada Coronavirus Disease 2019. Biasanya belajar di sekolah, kerja di kantor, di pasar, di pabrik, dipaksa belajar dan bekerja di rumah. Makhluk tidak kasat mata ini ditakuti oleh manusia dan belum terkonfirmasi vaksinnya. Manusia pun dipaksa belajar (lagi) untuk cuci tangan, menjaga kebersihan, bersin ditutupi, dan perilaku lain yang kita anggap tidak terlalu penting sebelum ada Covid-19. Saya dan teman-teman guru juga dipaksa belajar dari rumah menggunakan daring, termasuk siswa.

Saya teringat dengan perusahaan gawai yang terkenal di tahun 90-an, Nokia. Nokia mengalami masa kejayaan, seolah-olah tidak pernah tersaingi oleh perusahaan gawai manapun saat itu. Tahun 2000-an, pelan-pelan Nokia digeser oleh Iphone. Munculnya Android OS dari Google seperti wabah Covid-19 yang memaksa Nokia harus gulung tikar alias lockdown.

Saya sebagai guru harus mengingatkan teman-teman saya sesama guru. Agar tidak seperti Nokia, maka kita harus terpaksa belajar. Sebagaimana hari ini, kita dipaksa belajar daring oleh Covid-19. Biasanya yang kita mengajar dengan tatap muka dipaksa belajar daring. Mau tidak mau, suka tidak, kita terpaksa melakukan pembelajaran daring. Pademi Covid-19 ini marilah kita jadikan titik balik untuk kembali belajar. Era 4.0 mengharuskan kita akrab dengan teknologi. Pembelajaran daring adalah salah satu bagian dari pembelajaran 4.0.

Pusat Pengembangan Profesi Guru (P3G) Jawa Timur, Penerbit Delta Pustaka, dan Channel Youtube: Kelasku Online berusaha untuk memberi wadah pelatihan daring. Pelatihan daring tentang Pembelajaran 4.0, antara lain: Youtube Teacher: Pelatihan menggunakan Youtube untuk Pembelajaran, LMS Chamilo: LMS untuk pembelajaran siswa PKL, Modul Terkoneksi Youtube, dan pelatihan lain yang diharapkan mampu mengupgrade kemampuan guru untuk menaklukkan era 4.0. Siapkan Anda?

4 thoughts on “Dipaksa Belajar Covid-19

  1. Harus itu Dinda mau tidak mau… akhirnya semua guru memang harus melek IT… Salam literasi
    Ijin mengutip ya Dinda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *