Disiplin Diri

Belajar menulis tanpa disiplin akan sia-sia. Disiplin diri diwujudkan pada kepedulian diri pada tulisannya. Jika teman-teman tidak peduli dengan tulisannya, maka jangan berharap orang akan peduli dengan tulisannya teman-teman.

Ada pertarungan batin yang luar dalam diri saya. Dua hal yang selalu bertentangan, tetapi harus disatukan. Satu sisi, saya ingin menanamkan dalam diri teman-teman, bahwa orang berhak menulis apa saja, dengan gaya apa saja. Sisi lainnya, saya ingin menanamkan disiplin diri untuk peduli dengan tulisannya sendiri. Menolak tulisan bertentangan dengan sisi pertama. Menerima tulisan yang semrawut, bertentangan dengan sisi kedua. Dilematis memang, tetapi harus saya sampaikan.

Setiap kegiatan yang biasanya saya buatkan template. Template itu semacam panduan agar penulis dapat menggunakan pengaturan naskah yang sudah ditentukan. Tujuannya agar mudah dimasukkan naskah. Jika naskah sesuai dengan template yang telah disediakan, saya bisa menjamin, besok akan siap cetak jadi buku. Teman-teman banyak yang meremehkan hal ini.

Saya sangat lega hati, bila teman-teman sangat mematuhi dan menyesuaikan tulisannya denganĀ template yang tersedia. Berbalik 180 derajat, jika melihat tulisan-tulisan yang tidak patuh pada ketentuan yang sudah ada. Hal ini sangat menghambat, proses penataan naskah menjadi buku. Ini yang kadang tidak disadari oleh teman-teman.

Belajar menulis tanpa disiplin akan sia-sia. Disiplin diri diwujudkan pada kepedulian diri pada tulisannya. Jika teman-teman tidak peduli dengan tulisannya, maka jangan berharap orang akan peduli dengan tulisannya teman-teman. Wujud disiplin dengan mudah diwujudkan dengan cara membaca ulang tulisan, memperbaiki tata bahasa dan diksi, menyesuaikan denganĀ templateĀ yang sudah ada, serta memperhatikan PUEBI. Bukan sekedar kejar setoran tulisan, tetapi memperbaiki tulisan sendiri jauh lebih penting. Cek dulu tulisannya teman-teman sebelum dikirim. Kecerobahan adalah awal dari kegelisahan. Quick Writing Series adalah tempat terbaik untuk anda untuk mengasah dua hal: menulis bebas dan melatih disiplin diri. Ingin mengetahui grafik kemampuan menulis, cetak semua buku dari QWS, baca berurutan dan instrospeksi diri.

24 thoughts on “Disiplin Diri

  1. Alhamdulillah. Dengan adanya template saya sangat terbantu. Sehingga bisa menulis tanpa memikirkan hal lain. Cukup ikuti template. Praktis. Mudah. Terima kasih

  2. Berharap semoga tulisan saya sesuai dengan template dan tema tulisan…. semoga.
    *#SemangatBelajarNulis*

  3. Terima kasih atas masukan yang diberikan pada kami. Insha Alloh saya sudah mengikuti rambu-rambu yang ada.. namun secara pribadi jika memang tulisan saya tidak laik, mhn tidak dicantumkan saja. matur suwun.

    1. saya tidak pernah menilai layak atau tidak tulisan. Saya hanya melihat semangat belajar teman2 untuk menulis. Apapun hasilnya, bagi saya itu adalah catatan sejarah seseorang ketika belajar menulis.

  4. Saya sudah berusaha menulis sesuai template yang ada. Mudah-mudahan sesuai harapan. Terima kasih atas masukan dan informasinya. Hanya saja saya belum bisa disiplin untuk membuat karya setiap hari. Dan belum bisa membuat tulisan yang menarik untuk dibaca.

  5. Template itu sejatinya untuk memudahkan pekerjaan kita. Saya sendiri sangat aenang kalau sudah disediaman template. Kalau membuat sendiri malah takut beda sendiri dengan orang lain. Terima kasih ya Mas Lukman…

  6. Awal mula saya mengirim dengan aturan saya sendiri dan kurang membaca aturan sesuai template. Alhandulillah berkat panduan Pjnenengan yang telaten membimbing kami. Pelan2 saya lebih bersemangat menulis. Terima kasih sdh berbagi ilmu dengan kami yang kurang berpengalaman menulis

  7. inggih leres cak Luk dengan template itu sebenarnya kita dimudahkan sekali, sehingga hasil tulisan kita terlihat rapi.. mtr nwn masukannya

  8. Terimakasih sudah mewadahi kami untuk belajar menulis dengan disiplin diri.
    Dengan adanya template , sangat memudahkan kami dalam menulis.

  9. Melatih diri untuk menuangkan ide ke dalam tulisan sekaligus belajar adab untuk melatih diri sesuai aturan dan menilai hasil tulisan sendiri layak atau tidak.

  10. pernah menulis tanpa cek ulang,… akhirnya menyesal dan malu dengan tulisan sendiri. Setelah itu menyadari bukan target utama tulisan selesai, namun tulisan yang baik yang bisa disuguhkanke pembaca adalah kepuasan seorang penulis. Adanya template sangat membantu… Cak Lukman terus berkarya dan menginspirasi…

  11. Alhamdulillah templete membantu memudahkan saya dalam penulisan.
    Dengan templete memudahkan kita utk tahu seberapa bnyk halaman naskah yg sdh kuta tulis shg sesuai dg petunjuk yg ditentukan

  12. Saya setuju pak. Terima kasih sudah membimbing kami untuk menulis dengan cara dan gaya kami masing-masing, tetapi mengikuti arahan(template) yang panitia berikan. Semoga ke depan kami dapat menghasilkan tulisan yang layak dikonsumsi oleh khalayak ramai. Terima kasih.

  13. Saya sangat setuju pak Lukman. Terima kasih sudah membimbing kami untuk menulis dengan cara dan gaya kami masing-masing, tetapi mengikuti arahan (template) bapak berikan. Dengan adanya QWS saya punya keberanian untuk menulis, yang sudah lama saya ingin belajar menulis. Semoga ke depan kami dapat menghasilkan tulisan yang layak dikonsumsi oleh khalayak ramai. Terima kasih.

  14. Pencerahan yang sangat bagus sekali Cak…
    Menjadi muhasabah saya pribadi…
    Jazakallah…
    Insyaa Allah kedepan lebih baik dalam berkarya, teliti, dan berhati-hati sesuai dg PUEBI.
    Syukron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *