Gerakan Bawah Tanah

Gratis sebenarnya harus dibayar mahal dengan keseriusan dan ketekunan, bukan dengan kemalasan dan banyak alasan. Selamat datang di gerakan bawah tanah Pusat Pengembangan Profesi Guru (P3G) Jawa Timur. Semoga berdaya dan berkarya!

Dulu, ketika masih menjadi mahasiswa bersama kakanda Alek Kedik, adinda M Fuad Hilmi, gurunda Ahmad Nadhif, dan teman-teman lain yang tidak bisa disebutkan satu per satu belajar tentang gerakan bawah tanah. Gerakan bawah tanah bukan gerakan di bawah tanah lewat terowongan. Bukan pula gerakan tikus yang membuat jalan di bawah tanah.

Gerakan bawah tanah (underground movement) adalah gerakan sembunyi-sembunyi untuk mencapai tujuan tertentu dengan menyusun kekuatan melalui kelompok-kelompok kecil melalui program terstruktur dan masif. Gerakan bawah tanah sangat ditakuti oleh musuh karena militansi anggotanya. Perlawanan diam-diam dan menggempur sasaran vital musuh. Gerakan bawah tanah ini adalah mengubah mindset berpikir dasar manusia. Inilah kira-kira gambaran umum tentang gerakan bawah tanah.

P3G Jawa Timur dalam memberdayakan guru meniru gerakan bawah tanah ini. Gerakan yang langsung menyentuh ke akarnya, yaitu guru. Membangun militansi guru dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi serta jenjang karir guru. Program-program dibuat sederhana, terstruktur, sistematis, terarah, dan memiliki target yang jelas, yaitu karya. Kelas #nulisPUISIbareng#nulisPTKbareng#PTKjadiBUKU#cetakPUISIbareng, dan masih banyak lagi. Program ini dinamakan dengan program pendampingan, karena P3G Jawa Timur memposisikan diri di samping guru, bukan di depan guru.

P3G Jawa Timur dalam melaksanakan program-programnya tidak memerlukan gebyar yang wah, seperti sewa gedung pertemuan untuk 1000 orang, sewa hotel mahal, pasang banner di mana-mana. Gerakan P3G Jawa Timur memanfaakan kekuatan media sosial dan aplikasi pesan instan. Kekuatan share dan jari teman-teman untuk membagikan flyer (brosur) dengan ikhlas (semoga Allah membalas kebaikan mereka dengan membagikan flyer tanpa bayaran). Sehingga peserta pendampingan selalu membludak. Targetnya sederhana yaitu karya. Tanpa karya, pelatihan jadi hambar. Bila hanya karena mendapatkan sertifikat, percuma juga.

Gerakan ini akan terus kita jaga. Bertemu-Berdiskusi-Berkarya-Bubar, bukanlah prinsip sesaat. Bubar yamg dimaksud bukanlah bubar begitu saja, tetapi bubar dengan membawa mindset baru bagi peserta, minimal dalam mindset-nya terbentuk bahwa saya pernah mengikuti program P3G Jawa Timur dan selamanya akan diingat. Yang tidak kalah penting adalah gratis. Gratis sebenarnya harus dibayar mahal dengan keseriusan dan ketekunan, bukan dengan kemalasan dan banyak alasan. Selamat datang di gerakan bawah tanah Pusat Pengembangan Profesi Guru (P3G) Jawa Timur. Semoga berdaya dan berkarya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *