Google Assistant: Teman Setia Niswah Belajar

Google adalah seperti pintu kemana sajanya Doraemon. Kita bisa mencari apa saja melalui Google Search atau Google Assistant. Internet sebagai unlimited resource membutuhkan seleksi yang teliti dari pengguna.

Pembelajaran daring (online) akibat efek pademi Coronavirus 2019 atau lebih familier disebut Covid-19 membuat siswa harus sibuk dengan belajar di rumah secara daring. Begitu juga guru, mengajar secara daring pula. Guru mempersiapkan pembelajaran dan mengajar dari rumah dengan berbagai media, seperti Google Classroom, Edmodo, Schoology, bahkan dengan media daring yang paling sederhana dan populer, Whatsapp. Whatsapp berfungsi sebagai media untuk mengirim materi atau tugas bagi siswa melalui WA orangtua. Orang tua mendampingi anaknya belajar mengerjakan tugas dari gurunya. Tidak terkecuali anak saya, Niswah.

Anak saya sekolah di SMP Darul Madinah Kota Madiun sekaligus mondok di Pondok Pesantren Tahfidz Putri Darul Madinah Kota Madiun. Tugas guru dikirim melalui WA ibunya. Ibunya memberitahu anak saya tugas dari gurunya. Tugas harian harus dikerjakan berdasarkan tagihan harian pula. Ibunya juga berkewajiban memfoto anak saya saat belajar dan memfotokan sampel pekerjaan anak saya.

Nah, karena tugas daring dari gurunya banyak dan kadang tidak wajar atau over load, maka anak saya punya cara sendiri untuk mengerjakan. Biasanya kita menggunakan Google Search (Mesin Pencari) dengan cara mengetik, anak saya menggunakan Google Assistant untuk mencari jawabannya. Hello Google! Begitulah kalimat pembuka yang selalu diucapkan anak saya untuk memanggil Google Assistant. Agar mudah dipakai, pengaturan bahasa gawai ke Bahasa Indonesia. Fungsinya adalah agar apa yang kita ucapkan dikenali dengan baik oleh Google Assistant. Guru juga tidak bisa melarang siswanya untuk mencari jawaban melalui Google Search atau Google Assistant karena ini adalah era 4.0.

Google adalah seperti pintu kemana sajanya Doraemon. Kita bisa mencari apa saja melalui Google Search atau Google Assistant. Internet sebagai unlimited resource membutuhkan seleksi yang teliti dari pengguna. Tidak semua resource yang ada di internet dapat kita jadikan rujukan apa yang kita butuhkan. Kemampuan selektif inilah inti dari pengguna internet yang cerdas, termasuk ketika anak sedang mencari jawaban tugas gurunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *