(Hanya) Melayani Saja

Pelayanan adalah hal yang vital dalam berbisnis. Excellence service adalah harga mati bagi seorang yang telah terjun pada bidang bisnis. Apapun risikonya. Ketika sudah bersedia dan mengambil order, maka seketika itu, seorang pebisnis harus dengan sekuat tenaga (jiwa dan raga) berusaha untuk memberikan pelayanan tepat waktu. Saya berani bilang sampai memberanikan diri mengurangi laba yang didapat dari proyek itu demi pelayanan.

(Mungkin) saya terlalu berani mengambil risiko. Bahkan bahayanya terlalu besar, jika failed. Ada dua proyek buku yang pernah saya kerjakan dan saya terima dengan waktu pengerjaan yang relatif sempit (baca: mepet). Proyek pertama adalah pengerjaan majalah sekolah SMA Negeri 1 Kota Mojokerto dan kedua adalah percetakan buku modul pedamping daring dari SMPIT Permata Kota Mojokerto. Jika proyek pertama masih relatif agak panjang, walaupun pengerjaan dari awal, maka proyek kedua, hanya proyek cetak saja tetapi waktu hanya dua pekan.

Proyek kedua inilah yang membuat saya harus berekreasi di era pandemi. Waktu cetak hanya sepuluh hari. Alhamdulillah, atas kerjasama yang baik dengan percetakan, selesai cetak tepat waktu. Walaupun hari ngalahi mengambil paket hasil cetak ke Yogyakarta. Dengan memanfaatkan jalan tol trans Jawa, proses pengambilan tidak begitu sulit. Paket cetakan modul pun tiba tepat waktu.

Pelayanan adalah hal yang vital dalam berbisnis. Excellence service adalah harga mati bagi seorang yang telah terjun pada bidang bisnis. Apapun risikonya. Ketika sudah bersedia dan mengambil order, maka seketika itu, seorang pebisnis harus dengan sekuat tenaga (jiwa dan raga) berusaha untuk memberikan pelayanan tepat waktu. Saya berani bilang sampai memberanikan diri mengurangi laba yang didapat dari proyek itu demi pelayanan. Bukan masalah uang, tetapi masalah kepercayaan yang terlanjur diambil. Pantang pulang, ketika layar sudah terkembang. Pantang mundur jika orderan telah diterima. Bahkan ditambah lagi jika proyek itu akan berkelanjutan. Prinsip sederhana inilah yang saya dapatkan dari sebuah perjalanan bisnis. Bisnis kecil-kecilan yang memang tidak terlalu diseriusi. Bisnis karena passion, bukan sebaliknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *