Ikrar #1

Ikrar berguna sebagai pondasi keyakinan dalam memajukan sekolah. Perlukan ikrar diucapkan dengan lisan? Saya menganggap perlu, walaupun dianggap terlalu lebay.

Ikrar atau perkataan komitmen untuk menjalankan suatu pekerjaan terkadang masih dipandang remeh oleh sebagian orang. Ikrar sebatas perkataan di mulut saja. Bahkan ikrar dianggap sebagai omong kosong. Mindset seperti itu bukanlah muncul tiba-tiba. Benak pikiran seperti muncul karena faktanya ikrar hanya hiasan bibir tanpa tindakan. Walaupun begitu, tidak bisa dijadikan pembenaran bahwa ikrar tidak penting.

Bukankah sepasang manusia akan sah, jika ada ikrar? Bukankah jual beli akan sah, bila ada ikrar? Bukankah kesaksian seseorang diakui karena ada ikrar? Bukankah orang akan resmi menjadi pejabat jika sudah berikrar? Walaupun banyak yang belum melaksanakan apa yanhg diikrarkan, bukan berarti ikrar tidak penting, bukan?

Sekolah sebagai suatu sistem tidak akan bisa tanpa adanya sinergi antara semua komponen, mulai dari caraka sampai kepala sekolah. Semua stakeholder sekolah harus berikrar untuk mewujudkan visi dan misi sekolah. Satu saja komponen sumberdaya manusia tidak jalan, maka sebagaimana motor, sekolah tidak akan berjalan maksimal, bahkan stagnan.

Ikrar berguna sebagai pondasi keyakinan dalam memajukan sekolah. Perlukan ikrar diucapkan dengan lisan? Saya menganggap perlu, walaupun dianggap terlalu lebay. Ada momen yang paling tepat untuk mengungkapkan ikrar, saat upacara bendera hari senin. Setiap senin ikrar itu diucapkan agar selalu ingat bahwa ikrar adalah amunisi semangat untuk mencapai visi dan misi sekolah secara bersama-sama.

Mojokerto, 10 Nopember 2020, 07:42

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *