Jangan Mondokkan Anak!

Jangan pernah mondokkan anakmu! Sekali lagi, jangan pernah mondokkan anakmu!

Setiap satu minggu, orang tua diberi kesempatan untuk kesempatan untuk voice call atau video call untuk beberapa menit. Saya sebagai orang selalu mendengarkan keluh kesah selama di pondok. Anak saya cerita suka dukanya di pondok. Hal itu wajar saja. Namanya juga anak-anak. Sebagai orang tua, tentu merasa khawatir dan kepikiran, terutama hal-hal yang membuat mereka tidak nyaman.

Jangan pernah mondokkan anakmu! Anakmu akan makan tidak seperti menu di rumahmu. Menu di rumah bisa dipesan, besok mau makan apa, nak? Di pondok, anakmu akan makan sesuai menu standar pondok. Masalah rasa, sangat relatif sesuai kebiasaan lidah anakmu. Jika terbiasa makan enak di rumah, maka anakmu akan bilang makanan pondok tidak enak.

Jangan pernah mondokkan anakmu! Anakmu akan bangun jam 2 atau jam 3 pagi. Anakmu akan dipaksa untuk membiasakan diri salat tahajud (salat malam). Ketika di rumah, engkau pasti tidak tega membangunkan anakmu jam 2 atau jam 3 pagi karena kasihan anakmu masih ngantuk. Jika engkau tidak tega melihat anakmu bangun terlalu pagi, maka jangan pernah memondokkan anakmu.

Jangan pernah mondokkan anakmu! Anakmu tidak pernah pegang gadget (gawai) di pondok. Jika kamu takut ketika anakmu tidak pegang gawai/laptop, anakmu jadi gaptek,maka jangan coba-coba memondokkan anakmu. Anakmu tidak akan diizinkan memegang gawai atau bisa jadi tidak boleh juga bawa laptop.

Jangan pernah memondokkan anakmu! Anakmu akan cuci baju sendiri pakai tangan, bukan pakai mesin cuci. Kebiasaan di rumah, banyak orang tua menggunakan mesin cuci di rumah. Bahkan disetrikakan orang tua atau pembantu rumah tangga. Jika kamu tidak tega melihat anakmu cuci dan setrika, maka jangan pernah memondokkan anakmu di pondok.

Jangan pernah mondokkan anakmu! Sekali lagi, jangan pernah mondokkan anakmu! Di pondok, anakmu akan mandiri, makan apa adanya, terbiasa bangun jam 2 atau jam 3, cuci dan setrika sendiri, dan kebiasaan lainnya yang akan mereka gunakan ketika hidup sesungguhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *