Kerangka

Kerangka akan mengatasi kemacetan ide dalam menulis. Tidak hanya menulis buku teks, buku catatan harian, buku tutorial, dan buku lainnya. Buatlah kerangka, engkau tidak akan tersesat.

Saat short course selama dua bulan di Suandusit Rajabhat University Bangkok Thailand, pertama kali yang kami beli saat ingin jalan-jalan di Bangkok adalah Bangkok maps. Kami tidak menggunakan Google Maps karena sebagaian dari kami tidak berganti simcard operator Thailand. Peta kami bawa setiap perjalanan atas inisiatif sendiri keliling kota Bangkok agar tidak tersesat. Setiap kami ingin menuju ke suatu tempat, kami membuka peta dan memahami rute. Alhasil, peta mampu meniminalisir kami tersesat. Alasan lain kami bawa maps adalah mayoritas orang Thailand tidak mahir bahasa Inggris. Setiap kami ingin bertanya, kebanyakan miss communication. Untung saja, polisi wisata Thailand bisa berbahasa Inggris, bahkan ada yang bisa berbahasa Indonesia.

Kerangka tidak ubahnya seperti peta (maps). Kerangka berfungsi memandu kita dalam menulis. Bisa saja menulis tanpa kerangka. Walaupun tanpa kerangka, sebenarnya apa yang kita tulis itu pasti ada kerangka. Kerangka yang sudah ada di dalam pikiran kita. Menulis tentang Covid-19 misalnya. Kerangka dalam otak kita sudah otomatis akan menyusun kerangkanya: sejarah Covid-19, asal usul Covid-19, penelitian tentang vaksin Covid-19, cara menanggulangi penyebaran Covid-19seterusnya.

Penulis pemula seperti saya, sangat butuh kerangka. Kerangka akan mampu melancarkan tulisan yang kita buat. Apalagi saat kita merencanakan menulis buku teks. Analisis kompetensi inti dan kompetensi dasar akan menghasilkan kerangka materi yang akan kita bahas: materi bab I, bab II, dan seterusnya sesuai dengan urutan kompetensi dasar yang ada di kurikulum. Kerangka materi akan menghasilkan kerangka urutan dalam setiap materi: urutan materi, contoh soal dan pembahasan, latihan soal, penilaian harian, lembar kerja siswa, dan sebagainya. Kerangka uraian materi akan menghasilkan urutan dalam penulisan materi: apersepsi, kejadian dalam kehidupan sehari-hari, konsep, penerapan konsep, dan pengayaan konsep lanjut.

Kerangka akan memudahkan membaca dan memahami isi buka yang ingin disampaikan penulis. Urutan tema/materi tulisan akan mudah membentuk pola pikir pembaca. Seorang guru menulis buku fisika yang akan digunakan oleh siswa harus memperhatikan urutan ini. Jika tidak, maka siswa akan kebingungan memahami urutan materi. Materi prasyarat harus diletakkan sebelum materi yang membutuhkan syarat tersebut. Sebagai contoh, untuk mempelajari materi Gaya (Force) dalam fisika, siswa harus memahami terlebih dahulu materi besaran vektor. Materi besaran vektor harus disampaikan terlebih dahulu sebagai prasyarat sebelum mempelajari materi Gaya.

Kerangka akan mengatasi kemacetan ide dalam menulis. Tidak hanya menulis buku teks, buku catatan harian, buku tutorial, dan buku lainnya. Buatlah kerangka, engkau tidak akan tersesat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *