Ketika Menulis Membosankan

Apalagi kira-kira nanti ide yang muncul. Tunggu saja! Ketika menulis itu membosankan, maka menulislah lagi. Bosan, nulis lagi. Bosan, nulis lagi!

Tahun 2010, saya rajin menulis di Majalah Media yang diterbitkan oleh PGRI Propinsi Jawa Timur. Hampir setiap bulan artikel yang saya tulis dimuat. Kurang lebih ada 13 artikel yang dimuat di majalah tersebut. Bahkan, pernah dalam waktu 1 terbitan dua tulisan saya dimuat. Tahun 2011, saya mendapatkan penghargaan sebagai PenulisĀ Terbaik Jenjang SMK. Setelah menerima penghargaan tersebut, saya berhenti menulis di Majalah Media sampai sekarang. Ketika menulis itu membosankan!

Tantangan selanjutnya adalah menulis buku pelajaran IPA SMK KTSP. Berawal dari keprihatinan buku LKS IPA SMK waktu itu, membuat darah literasi saya naik untuk segera mengeliminer buku LKS dengan Buku Pelajaran buatan sendiri. Bermodal copy paste plus Modifikasi, dalam hitungan bulan, buku selesai tetapi soal latihan belum ada. Semua soal latihan adalah buatan sendiri dan sebagian modifikasi dari LKS dan buku yang relevan. Alhasil, buku IPA SMK KTSP rampung dan siap pakai di tahun pelajaran 2011/2012. Ketika menulis itu membosankan!

Kurikulum 2013 menyambut dengan memangkas sebagian jam mengajar saya. IPA hanya IPA Terapan, IPA untuk SMK Bisnis manajemen hilang dari peredaran. Buku IPA SMK KTSP vakum sementara untuk dipakai. Kurikulum 2013 muncul membawa mentari baru bagi saya IPA SMK Bismen muncul lagi. Materinya mulai dari kelas X-XII dirangkum menjadi kelas X saja. Tantangan selanjutnya adalah memodifikasi IPA KTSP dijadikan satu buku IPA SMK K13. Dua tahun sudah buku IPA SMK K13 dipakai siswa. Ketika menulis itu membosankan!

Tidak terasa sudah setahun berlalu terbitnya SK Kenaikan Pangkat dari IIIc ke IIId. Persiapan ke IVa dimulai. Tantangan lebih besar untuk ditaklukkan sedang menanti. Saya pernah berujar di suatu rapat dinas, “Saya siap.membantu teman-teman guru yang akan naik pangkat. Tapi persiapan satu tahun sebelumnya. Jika tidak, maka teman-teman sedang mimpi,“. Ujaran itu bukan melemahkan, tetapi memotivasi agar sangat mengurusi karirnya sampai pucak, IVe. Syarat wajib ke IVa adalah PTK. Betapa malasnya jika membuat PTK sendirian, maka saya mengajak teman-teman dalam Kelas #nulisPTKbareng, biar tidak sendirian . Ditunggu saja hasilnya. Ketika menulis itu membosankan!

Sembari menunggu Kelas #nulisPTKbareng, alhamdulillah ide muncul menulisĀ #PTKjadiBUKU, dua buku pendidikan lahir untuk dijadikan acuan teman-teman untuk membuat yang serupa. Dua buku tidak dijual, dibeli berapapun No! hanya untuk dibagikan sembari berharap jariyah yang mengalir dari doa guru. Ketika menulis itu membosankan!

Apalagi kira-kira nanti ide yang muncul. Tunggu saja! Ketika menulis itu membosankan, maka menulislah lagi. Bosan, nulis lagi. Bosan, nulis lagi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *