Ketika Semua PAKai Uang

Subyektifitas tim penilai memang sangat tinggi, tetapi bila prosedur sudah kita laksanakan dan patuhi, inshaa Allah, dinilai. Yang penting adalah kita sudah berada di jalan yang benar.

Saya tiba-tiba tergelitik dengan seorang teman yang mengomentari tulisan saya di Facebook tentang PTK. Teman saya mengatakan bahwa inti kebutuhan pengurusan berkas penilaian angka kredit tidak sebanding dengan kenaikan gaji yang didapat dari kenaikan pangkat. Benarkah? (Mungkin) bagi beberapa orang benar, tapi bagi beberapa orang lainnya tidak benar. Teman saya mencontoh, untuk menerbitkan buku ber-ISBN, butuh uang 500 ribu hanya untuk proofreading dan belum termasuk cetak. Teman saya menambahkan untuk jurnal 500 ribu. Itupun belum tentu dinilai. Itu ada kegelisahan teman saya dan barangkali itu mewakili perasaan teman-teman.

Bila analisis teman saya ada dengan usaha sendiri, bukan dengan membeli dari orang lain. Hitungan berkas PAK dari membeli jauh lebih mahal, bisa di atas 5 juta rupiah, padahal kenaikan gaji ke pangkat yang lebih tinggi tidak lebih dari 200 ribu per bulan. Mengapa orang bisa dengan mudah mengeluarkan uang begitu besar, tetapi rewardnya tidak sepadan dengan gaji tambahannya? Pertanyaan itu hanya mereka yang bisa menjawab karena akal saya tidak mampu menjangkaunnya.

Selama saya mengurusi naik pangkat sampai III-d, uang saya yang keluarkan tidak lebih dari 200 ribu, padahal saya pakai buku cetak dan jurnal. Itu karena saya punya resource sendiri. Penerbit saya punya sendiri dan jurnal juga begitu. Bagaimana teman lain yang tidak punya resource, mau tidak mau, harus mengeluarkan uang lebih banyak. Menurut saya, itu masih pada batas kewajaran. Bukankah jer basuki mawa beya? Toh semua untuk diri kita sendiri.

Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Penerbit Delta Pustaka hadir untuk menjawab permasalahan itu. Memang tidak ada jaminan dinilai dalam PAK, tetapi semua persyaratan sudah terpenuhi sesuai dengan buku 4 PKB. Subyektifitas tim penilai memang sangat tinggi, tetapi bila prosedur sudah kita laksanakan dan patuhi, inshaa Allah, dinilai. Yang penting adalah kita sudah berada di jalan yang benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *