Konsisten

Tulisan tidak sekedar hasil menulis. Berlatih menulis sekalipun tidak boleh asal-asalan. Grafik perkembangan menulis pelan-pelan harus naik jadi lebih baik. Ibarat orang belajar mengaji, sehari hanya belajar melafalkan huruf alif dengan benar, itu sudah menjadi perkembangan yang baik.

Tulisan tidak sekedar hasil menulis. Berlatih menulis sekalipun tidak boleh asal-asalan. Grafik perkembangan menulis pelan-pelan harus naik jadi lebih baik. Ibarat orang belajar mengaji, sehari hanya belajar melafalkan huruf alif dengan benar, itu sudah menjadi perkembangan yang baik. Penulis pemula seperti saya harus banyak belajar tentang tata bahasa, ejaan, diksi, dan segala hal berhubungan dengan dunia penulisan. Belajar konsisten dalam menulis juga menjadi hal yang sangat penting.

Konsisten istilah. Pengalaman saya membaca dan menyunting buku, saya masih banyak menemui ketidakkonsistenan penggunaan istilah dari awal buku sampai akhir. Sederhana memang, tetapi istilah yang dipakai di buku harus konsisten. Sebagai contoh, penggunaan istilah model pembelajaran, saya masih menemui di halaman-halaman lainnya ada yang menggunakan istilah strategi pembelajaran atau metode pembelajaran. Seharusnya dari awal sampai akhir isi buku, konsisten menggunakan istilah model pembelajaran. Konsistensi ini akan membuat pembaca menjadi nyaman dan tidak bingung dengan istilah-istilah yang digunakan di buku.

Konsisten penomoranHal sepele tetapi penting adalah penomoran. Penomoran menunjukkan urutan dalam penulisan. Penomoran biasanya menggunakan huruf atau angka. Penomoran untuk subbab akan berbeda dengan subsubbab. Misalnya subbab menggunakan huruf A (kapital), subsubbab selanjutnya menggunakan angka 1. Lebih lengkap perhatikan penggunaan penomoran berikut ini.

A. Subbab

1. Subsubbab

a. Subsubsubbab

1)

a)

dan seterusnya.

Konsisten tema. Tidak bermaksud membatasi sebuah tulisan. Semakin ahli, maka seseorang akan fokus pada satu tema. Seorang ekonom akan fokus menulis tema-tema tentang ekonomi. Seorang guru akan fokus menulis tema-tema seputar pembelajaran dan hal-hal yang melingkupinya. Seorang penulis harus terlebih dahulu potensi diri atau kekhasan tulisannya. Kekhasan itulah yang akan menjadi ciri khas penulis. Ketika berbicara puisi, bisa belajar kepada si A, ingin belajar menulis cerpen, belajar dengan si B, ingin belajar PTK, berguru ke si C, dan seterusnya.

Konsisten ejaan. Ejaan adalah hal yang tidak bisa ditawar oleh penulis manapun. Konsisten ejaan yang dimaksud adalah konsisten benar dalam penggunaan ejaan. Kekurangtelitian penulis terkadang terlalu tergesa-gesa dalam menulis. Penulisan kata asing dengan huruf miring (italic). Ketelitian inilah yang akan membuat tulisan menjadi rapi dan nyaman di baca.

Teman-teman pembaca bisa menambah konsisten dalam hal apa saja yang harus dimiliki oleh penulis. Bila ada, mohon berkenan menuliskan di kolom komentar.

kon.sis.ten /konsistèn/

  1. a tetap (tidak berubah-ubah); taat asas; ajek
  2. a selaras; sesuai: perbuatan hendaknya — dengan ucapan

(sumber: https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/konsisten)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *