Konten

Youtube bukanlah urusan monetisasi semata, lebih dari itu. Youtube sebagaimana media sosial, blog, dan media apapun adalah investasi bagi bagi masa depan kita. Lebih tepatnya adalah catatan hidup kita. Semua yang kita unggah di Youtube, akan bisa menjadi amalan kebaikan yang terus mengalir, ketika apa yang kita unggah konten-konten yang bermanfaat.

Niatnya untuk belajar membuat konten Youtube. Alangkah kecewanya, setelah masuk grup Whatsapp, ternyata hanya mengemis minta di-subscribe. Miris memang. Aturan baru Youtube yang memberikan syarat untuk monetisasi, pemilik kanal Youtube harus mengumpulkan 1000 subscriber dan 4000 jam tayang. (Mungkin) inilah yang membuat maraknya pengemis-pengemis subscribe di grup-grup pelatihan konten Youtube.

Berangkat dari pengalaman mengelola kanal video Youtube Kelasku Online. Saya mencoba menggunakan cara yang lebih elegan daripada cara mengemis. Setiap saya mengadakan pelatihan, saya selalu menggunakan penjelasan melalui video yang saya unggah ke Youtube Kelasku Online. Sehingga sebagai syarat pelatihan, peserta harus subscribe terlebih dahulu sebelum mengikuti pelatihan.

Hal ini tentu saya iringi dengan mengunggah konten-konten yang berhubungan dengan pelatihan. Banyak juga subscriber yang di luar peserta pelatihan. Saya butuh waktu sekitar 6 bulan, Youtube Kelasku Online sudah dapat dimonetisasi. Kata kunci untuk mendapatkan 1000 subscriber dan 4000 jam tayang, adalah dengan membuat konten-konten yang bermanfaat bagi orang lain atau yang dibutuhkan orang lain. Saya menfokuskan diri pada materi-materi pelatihan, materi pelajaran, dan beberapa tips tentang pembelajaran. Saya menggunakan Youtube bukan untuk mencari passive income, tetapi lebih sekedar itu, berbagi dan saling menginspirasi.

Jangan sampai hanya mengejar subscriber dan jam tayang, kita meniru dua Youtuber sampah, yang satu membuat konten menyuruh orang membatalkan puasa dengan diberi imbalan uang cash sepuluh juta rupiah dan satu lagi memberikan bantuan kepada orang tetapi berisi sampah. Inilah konten-konten sampah yang tidak bisa diambil manfaatnya sama sekali.

Youtube bukanlah urusan monetisasi semata, lebih dari itu. Youtube sebagaimana media sosial, blog, dan media apapun adalah investasi bagi masa depan kita. Lebih tepatnya adalah catatan hidup kita. Semua yang kita unggah di Youtube, akan bisa menjadi amalan kebaikan yang terus mengalir, ketika apa yang kita unggah konten-konten yang bermanfaat. Sebaliknya, Youtube justru akan menjadi bencana dengan menjadi amalan kejelekan yang akan terus mengalir kepada diri kita. Betapa ruginya kita, jika kita mampu memanfaatkan Youtube sebagai ajang investasi, tidak hanya dunia, tetapi akhirat juga.

2 thoughts on “Konten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *