Kritik

Seorang penulis harus siap diberi kritik oleh siapapun. Kritik baik atau kritik jelek itu sesuatu hal yang biasa. Justru sebagai penulis harus berterima kasih kepada kritikus tulisan kita karena menandakan sang kritikus itu peduli pada kita dan tulisan kita.

Review film yang saya sukai adalah Youtube Channel #Sumatranbigfoot. Ulasan (sebenarnya lebih kritik) terhadap film saya mendalam. Sudut pandang yang digunakan juga bermacam, mulai dari jalan cerita, pemain, bahkan hubungan dengan film-film lain. Istilah-istilah asing dalam film yang digunakan terkadang membuat dahi berkerut serius. Kritik yang baik adalah kritik yang menggunakan metodologi yang sesuai dengan sesuatu yang dikritik. Kritikus film harus menggunakan metodologi film dalam mengkritik film. Inilah yang dilakukan oleh #Sumatranbigfoot.

Kritikus (orang yang memberi kritik) adalah orang yang cerdas. Cerdas yang pertama adalah pengetahuan yang dimiliki tentang sesuatu yang dikritik, misalnya puisi, cerpen, film, laporan penelitian, dan sebagainya. Seorang kritikus harus memiliki pengetahuan yang cukup dan memadai. Pengetahuan bisa didapatkan dari bangku pendidikan atau otodidak dari pengalaman yang dipunyai. Tanpa pengetahuan, kritik yang diberikan akan cenderung subyektif dan dangkal. Biasanya tanpa solusi.

Cerdas kedua adalah mampu mengamati/membaca secara detail sesuatu yang akan dikritik. Pengamat yang baik adalah pengamat yang mampu melihat sisi-sisi yang orang lain luput mengamati. Semakin detail hasil pengamatan terhadap suatu hasil karya, maka akan semakin tajam kritik yang diberikan. Bisa saja kritikus mengamati sebagian sisi saja dari sebuah karya atau seluruhnya. Semua bergantung pada keperluan kritikus untuk memberikan tanggapan terhadap suatu karya.

Cerdas ketiga adalah mampu menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk menilai sesuatu yang dikritik. Jika karya dan pengetahuan sudah didapat oleh kritikus, maka tugas selanjutnya adalah menggunakan pengetahuan untuk menilai sebuah hasil karya. Keahlian ini adalah keahlian tingkat tinggi untuk menghubungkan pengetahuan atau pengalaman yang didapat dengan hasil karya yang dikritik. Hasil kritik antara ahli A dan ahli B akan bisa berbeda, bergantung dari pengetahuan dan pengalaman yang dipunyai.

Seorang penulis harus siap diberi kritik oleh siapapun. Kritik baik atau kritik jelek itu sesuatu hal yang biasa. Justru sebagai penulis harus berterima kasih kepada kritikus tulisan kita karena menandakan sang kritikus itu peduli pada kita dan tulisan kita. Jangan lupa, kritik yang diberikan agar tulisan menjadi lebih baik dan yang paling penting kita mendapat pengetahuan baru tentang menulis.

 

kri.ti.kus

  • n orang yang ahli dalam memberikan pertimbangan (pembahasan) tentang baik buruknya sesuatu (kbbi.web.id)

kri.tik

  • n kecaman atau tanggapan, atau kupasan kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat, dan sebagainya (kbbi.web.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *