Kurikulum

Kurikulum adalah mutlak adanya dalam setiap pelatihan. Tujuannya adalah agar narasumber dan peserta tidak tersesat dalam pelatihan. Buat dulu kurikulum, baru buka pelatihan!

Kurikulum secara sederhana dimaknai sebagai panduan dalam sebuah kegiatan agar sistematis dan terarah. Saya tidak ingin mendefinisikan makna kurikulum secara ilmiah dan detail dengan mengutip ahli A, B, dan C. Definisi yang saya sampaikan dalam tulisan ini hanya ingin saya gunakan patokan, bahwa keberadaan kurikulum itu penting dalam suatu kegiatan.

Tidak bisa dipungkiri, salah satu motivasi bagi seorang ASN dalam mengikuti pelatihan adalah untuk mendapatkan sertifikat, baik dalam bentuk e (electronic) atau p (printed). Sertifikat, bagi seorang ASN (Aparatur Sipil Negara), tidak akan bermakna apa-apa untuk pengajuan angka kredit. Sertifikat hanyalah salah satu bagian kecil saja dari dokumen pengajuan angka kredit. Pengajuan angka kredit pada unsur pengembangan diri, harus disertai dokumen lainnya, salah satunya adalah buku panduan (kurikulum). Kurikulum digunakan untuk rujukan dalam membuat laporan pengembangan diri.

Dua pelatihan yang saya ikuti, konten pelatihannya bagus dan banyak peminatnya. Namun, sangat disayangkan, dua-duanya tanpa kurikulum. Akhirnya, pelatihan berjalan seperti tanpa tujuan dan meraba-raba materi yang akan disampaikan. Saya telah memberikan masukan kepada admin yang mengampunya tentang betapa pentingnya kurikulum (panduan).

Pusat Pengembangan Profesi Guru (P3G) Jawa Timur dalam melaksanakan pelatihan, selalu disertai dengan kurikulum. Kurikulum ini dibagikan sebelum pelatihan dimulai. Tujuannya adalah agar semua peserta pelatihan memahami goal yang akan dituju, materi yang akan disampaikan, dan  aturan mainnya. Panduan ini harus dipahami oleh seluruh peserta agar tidak menimbulkan salah paham.

P3G Jawa Timur telah menyelesaikan kurikulum pelatihan menulis modul terintegrasi dengan Youtube. Tujuan pelatihan ini untuk membekali peserta membuat modul terintegrasi dengan Youtube. Pelatihan ini dibagi dua: Menulis Modul Tingkat Dasar dan Tingkat Lanjut. Peserta akan mendapatkan sertifikat 32 JP dalam setiap pelatihan. Dengan kata lain, peserta pelatihan akan mendapatkan dua sertifikat, jika lulus kedua pelatihan.

Kurikulum adalah mutlak adanya dalam setiap pelatihan. Tujuannya adalah agar narasumber dan peserta tidak tersesat dalam pelatihan. Buat dulu kurikulum, baru buka pelatihan!

4 thoughts on “Kurikulum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *