Lima Tugas Pokok Guru

Tulisan ini akan mengutip beberapa hal penting tentang lima tugas pokok guru. Hal ini penting sebelum kita mengisi Aplikasi A-Kinerja, yang salah satunya adalah tentang lima tugas pokok guru.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2018 Tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas, salah satunya adalah menjelaskan guru, beban mengajar, dan tugas pokoknya. Tulisan ini akan mengutip beberapa hal penting tentang lima tugas pokok guru. Hal ini penting sebelum kita mengisi Aplikasi A-Kinerja, yang salah satunya adalah tentang lima tugas pokok guru.

Permendikbud 15 2018 menjelaskan pengertian Guru. Guru didefinisikan sebagai pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (Pasal 1 Ayat 1).

Dalam melaksanakan tugasnya guru harus mengadakan tatap muka pada satuan administrasi pangkat (satminkal). Tatap Muka adalah interaksi langsung antara Guru dan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran atau pembimbingan sesuai dengan beban belajar peserta didik dalam struktur kurikulum (Pasal 1 Ayat 4). Satuan Administrasi Pangkal yang selanjutnya disebut Satminkal adalah satuan pendidikan utama yang secara
administrasi Guru atau Kepala Sekolah terdaftar sebagai Guru atau Kepala Sekolah (Pasat 1 Ayat 5).

Guru memiliki beban mengajar dalam tatap muka. Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah melaksanakan beban kerja selama 40 (empat puluh) jam dalam 1 (satu) minggu pada satuan administrasi pangkal (Pasal 2 Ayat 1). Beban kerja selama 40 (empat puluh) jam dalam 1 (satu) minggu terdiri atas 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam kerja efektif dan 2,5 (dua koma lima) jam istirahat (Pasal 2 Ayat 2).

Pelaksanaan beban kerja ini berhubungan dengan lima tugas pokok guru. Pelaksanaan beban kerja selama 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam kerja efektif bagi Guru mencakup kegiatan pokok:

  1. merencanakan pembelajaran atau pembimbingan;
  2. melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan;
  3. menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan;
  4. membimbing dan melatih peserta didik; dan
  5. melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan Beban Kerja Guru. (Pasal 3 Ayat 1)

Pemenuhan beban kerja dilaksanakan dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler (Pasal 3 Ayat 2). Kegiatan intrakurikuler adalah kegiatan pembelajaran seperti yang telah berjalan, kokurikuler adalah kegiatan yang menguatkan kegiatan intrakurikuler, seperti kunjungan ke museum atau tempat edukasi lainnya, dan kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang lebih bersifat ke minat siswa dan pengembangan diri, misalnya olahraga, seni, atau kegiatan keagamaan (www.kemdikbud.go.id).

Lima tugas pokok dijelaskan sebagai berikut:

Pertama, merencanakan pembelajaran atau pembimbingan. Merencanakan pembelajaran atau pembimbingan meliputi: (a) pengkajian kurikulum dan silabus pembelajaran/pembimbingan/program kebutuhan khusus pada satuan pendidikan; (b) pengkajian program tahunan dan semester; dan (c) pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran/pembimbingan sesuai standar proses atau rencana pelaksanaan pembimbingan (Pasal 4 Ayat 1).

Kedua, melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan merupakan pelaksanaan dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)/Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL)/Rencana Pelaksanaan Bimbingan (RPB). Pelaksanaan pembelajaran dipenuhi paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam Tatap Muka per minggu dan paling banyak 40 (empat puluh) jam Tatap Muka per minggu. Pelaksanaan pembimbingan dipenuhi oleh Guru Bimbingan dan Konseling atauĀ  Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan membimbing paling sedikit 5 (lima) rombongan belajar per tahun (Pasal 4 Ayat 2-4).

Ketiga, Menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (Pasal 4 Ayat 5).

Keempat, Membimbing dan melatih peserta didik dapat dilakukan melalui kegiatan kokurikuler dan/atau kegiatan ekstrakurikuler (Pasal 4 Ayat 6).

Kelima, Tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan tugas pokok sesuai dengan beban kerja Guru meliputi: (a) wakil kepala satuan pendidikan; (b) ketua program keahlian satuan pendidikan; (c) kepala perpustakaan satuan pendidikan; (d) kepala laboratorium, bengkel, atau unit produksi/teaching factory satuan pendidikan; (e) pembimbing khusus pada satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan inklusif atau pendidikan terpadu; atau (f) tugas tambahan selain sebagaimana dimaksud dalamĀ  huruf a sampai dengan huruf e yang terkait dengan pendidikan di satuan pendidikan (Pasal 4 Ayat 7).

Tugas tambahan lain meliputi: (a) wali kelas; (b) pembina Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS); (c) pembina ekstrakurikuler; (d) koordinator Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)/Penilaian Kinerja Guru (PKG) atau koordinator Bursa Kerja Khusus (BKK) pada SMK; (e) Guru piket; (f) ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P1); (g) penilai kinerja Guru; (h) pengurus organisasi/asosiasi profesi Guru; dan/atau (i) tutor pada pendidikan jarak jauh pendidikan dasar dan pendidikan menengah (Pasal 6 Ayat 1).

Unduh file: Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *