Mengajar

Belajar belum tentu bisa mengajar. Namun, ketika akan mengajar, maka kita akan belajar. Dengan kata lain, ketika kamu mengajar, kamu pasti belajar. Ketika kamu belajar, belum tentu kamu mengajar. Jika ingin pintar, mengajarlah, bukan belajar.

Sujiwo Tejo, budayawan nyetrik yang akrab diberi jabatan sebagai Presiden Jancukers memberi sudut pandang berbeda antara belajar dan mengajar. Sujiwo Tejo mengatakan bahwa jika ingin pintar maka mengajarlah. Mengapa bukan belajar, kok malah mengajar? Itu pertanyaan dalam hati saya dan (mungkin) pertanyaan teman-teman. Sujiwo Tejo menjelaskan ketika kamu mengajar, hakikatnya kamu belajar. “Ketika kamu mengajar, kamu akan menyiapkan segala sesuatu. Mempelajari suatu materi berbagai sumber dan mempersiapkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang tidak terduga dari penanya,” jelas Sujiwo Tejo dalam tayangan 1 Hari 1000 pesan TVOne.

Sudut pandang Presiden Jancukers ini sejalan dengan apa yang saya alami. Saya seorang pendidik. Sebelum masuk kelas untuk mengajar, saya harus mempersiapkan diri untuk belajar terlebih dahulu. Bukankah kalahnya peserta didik (baca: siswa) dari gurunya, hanya karena pendidiknya belajar pada malam hari dan peserta didiknya tidak belajar. Itu saja kekalahannya. Belum lagi pertanyaan tidak terduga dari peserta didik. Ketika pendidik tidak menjawab pertanyaan itu, pendidik harus belajar lagi. Belajar mencari jawaban atas pertanyaan peserta didik.

Saat saya memutuskan untuk menggelar pelatihan penulisan penelitian tindakan kelas, saya baru menghasilkan satu laporan penelitian tindakan kelas. Itupun tidak dinilai karena belum waktunya membuat laporan penelitian tindakan kelas. Tujuan saya mengadakan pelatihan penulisan penelitian tindakan kelas adalah mengajak teman-teman peserta pelatihan untuk belajar bersama-sama membuat laporan PTK. Untuk mempersiapkan diri mengajar di pelatihan PTK tersebut, saya membeli 5 (lima) buku literatur tentang penelitian tindakan kelas. Saya mempelajari setiap buku, kelebihan dan kelemahan buku tersebut agar mendapatkan cara yang lebih mudah bagi saya dan peserta pelatihan. Alhamdulillah, pelatihan ini sudah berjalan sampai pertemuan kesebelas, metodologi penelitian.

Kali ini saya menatang diri saya lagi untuk mengajar tentang penyusunan modul terintegrasi dengan Youtube. Apakah saya sudah pernah membuat? Belum. Justru karena belum inilah saya harus belajar tentang modul dari berbagai sumber. Untuk membuat satu materi terkadang membutuhkan waktu berhari-hari. Belajar lagi agar menghasilkan bahan untuk mengajar lebih mudah dipahami.

Belajar belum tentu bisa mengajar. Namun, ketika akan mengajar, maka kita akan belajar. Dengan kata lain, ketika kamu mengajar, kamu pasti belajar. Ketika kamu belajar, belum tentu kamu mengajar. Jika ingin pintar, mengajarlah, bukan belajar.

14 thoughts on “Mengajar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *