Mengajari Tanpa Menggurui

Mengajari tanpa menggurui itu ketika kamu sebagai penulis, menulis hal-hal sederhana dan bermakna, mudah dipahami, dan mudah sekali dicontoh jadi inspirasi, agar pembaca yang membaca tulisanmu bisa berlatih menulis.

Mengajari tanpa menggurui itu ketika kamu sebagai imam sholat, baguskan bacaanmu, agar orang yang ada di belakangmu, calon-calon imam memahami bahwa imam itu bacaan harus tartil. Tanpa harus ngomong, tirulah saya kalau jadi imam. Itulah makna mengajari tanpa menggurui.

Mengajari tanpa menggurui itu ketika kamu sebagai guru mengambil sampah yang berserakan, berdandan rapi, bersih, agar siswamu melihat, bahwa seperti inilah cara membuang sampah ke tempatnya, berpakaian rapi kalau ke sekolah, dan bersih. Tanpa harus ngomong buanglah sampah pada tempatnya, ke sekolah harus mandi, baju rapi dan disetrika. Itulah makna mengajari tanpa menggurui.

Mengajari tanpa menggurui itu ketika kamu sebagai penulis, menulis hal-hal sederhana dan bermakna, mudah dipahami, dan mudah sekali dicontoh jadi inspirasi, agar pembaca yang membaca tulisanmu bisa berlatih menulis. Tanpa harus ngomong saya penulis hebat, tirulah gaya saya menulis. Itulah makna mengajari tanpa menggurui.

Mengajari tanpa menggurui itu ketika kamu lebih banyak duduk/berdiri di samping orang yang kamu belajari daripada di depan menjelaskan sesuatu. Mendampingi jauh lebih bermakna dan berkesan daripada menjadi narasumber yang duduk di depan, berbicara tanpa makna. Itulah makna mengajari tanpa menggurui.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *