Menjadi Bagian Terkecil

Kelompok kecil bukan bermakna sebagai eksklusifitas, melainkan bersama-sama maju dan saling membantu sesama.

Mimpi besar tidak ada salahnya. Namun, jangan bermimpi untuk mewujudkan mimpi besar sendirian. Sederhana saja, misalnya mimpi besar itu adalah ingin sekolah tempat teman-teman bekerja menjadi lebih baik. Kita (mungkin) mustahil mewujudkannya. Ingat, sekolah adalah sistem yang terdiri banyak orang. Bahkan, mungkin teman-teman sebagai kepala sekolah sekalipun. Bisa jadi sangat berat mewujudkannya. Logikanya, sekolah yang tidak baik sistemnya, itu seperti lingkaran setan. Lingkaran adalah kumpulan titik yang berderet menjadi satu. Jika ada satu titik saja yang hilang, maka lingkaran itu akan terputus. Tugas kita sederhana dan ringan, memutuskan lingkaran setan itu. Caranya?

Ketika sendirian berjuang, maka akan terasa sangat berat. Ide kecil yang efektif adalah membuat kelompok belajar kecil untuk melakukan hal-hal yang sederhana. Diskusi masalah kebutuhan guru, misalnya menyusun perangkat pembelajaran, menyusun SKP, menyusun PTK, menyusun berkas angka kredit, dan masih banyak lagi kegiatan positif yang mampu memutus rantai lingkaran setan.  Bukankah bekerja bersama-sama akan menjadi ringan? Pekerjaan berat diakibatkan karena kita merasa sendirian untuk menyelesaikan tugas kita.

Kelompok kecil bukan bermakna sebagai eksklusifitas, melainkan bersama-sama maju dan saling membantu sesama. Mengapa tidak membentuk kelompok besar? Menurut hemat saya, tidak efektif karena banyak yang hanya sekedar ikut-ikutan sehingga tidak serius untuk memberikan sumbangsih pikiran. Semoga ikhtiar ini menjadi jalan untuk memajukan sekolah tempat teman-teman bekerja. Ikhtiar kecil yang akan berakibat besar. Semoga!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *