Menjaga Etika

Alhasil, saya pun tersadar dan berpikir panjang. (Mungkin) kita lebih tahu tentang materi itu daripada narasumbernya, tetapi menjawab setiap pertanyaan yang seharusnya dijawab oleh narasumber adalah tidak elok.

Suatu malam, di sebuah pelatihan menulis melalui grup Whatsapp, salah seorang narasumber menyampaikan materi tentang penerbitan buku. Pemaparan materi berlangsung dengan metode sharing file slide powerpoint. Peserta membaca slide tersebut, lalu dibukalah diskusi alias tanya jawab. Saat tanya jawab inilah cerita ini dimulai. Ada beberapa pertanyaan yang sudah masuk, mungkin karena belum mendapat respon jadi narasumber untuk membalas percakapan (chat), naluri saya (yang agak tahu tentang penerbitan dan punya penerbit) termotivasi untuk menjawab. Jari-jariku langsung bergerak mengetik jawaban itu dengan cepat sesuai dengan pertanyaan peserta.

Tetiba, pesan masuk melalui Whatsapp. Seorang teman meneruskan (forward) jawaban saya di grup menulis tersebut dengan memberikan caption,
Hmmm wes ga sabar rupanya,” kata temana saya.
Kesuwen (terlalu lama), mbak,” jawabaku singkat ke temanku via Whatsapp.
Tapi memberi ruang pada pemateri sepertinya lebih bijak, kecuali pemateri memang tak kunjung memberi tanggapan,” balas temanku dengan bijak.

Saya langsung menghapus jawaban saya di grup menulis tersebut. Walaupun kata teman saya sudah dibaca. Menurut saya tidak masalah, walau sudah dibaca.

Manusiawi sekali sebenernya terpancing untuk masuk ke ruang orang dimana orangnya tidak segera mmberi tanggapan atau tanggapannya kurang pas sementara kita lebih paham yang seharusnya. Tapi izin dulu untuk menambahkan atau memaparkan apa yang kita tahu demi tujuan meluruskan bukan untuk mengecilkan orang lain,” jelas temanku via Whatsapp.

Alhasil, saya pun tersadar dan berpikir panjang. (Mungkin) kita lebih tahu tentang materi itu daripada narasumbernya, tetapi menjawab setiap pertanyaan yang seharusnya dijawab oleh narasumber adalah tidak elok. Bukankah lebih baik dengan jawaban dari orang yang lebih? Iya, benar tapi tidak secara etika. Berikanlah narasumber waktu untuk menjawab, apapun jawabannya, memuaskan atau tidak, karena itu adalah ruang dan waktu narasumber untuk menyampaikan materi dan menjawab pertanyaan. Menahan jari-jari agar tidak bergerak jauh lebih baik daripada melanggar etika-etika dalam forum diskusi. Tentu dengan menjaga perasaan narasumber dan pemilik grup. Teruntuk temanku, yang telah mengajari etika, terima kasih banyak, remnya sudah tepat waktu. Kalau tidak ada rem itu, saya bisa menabrak, menabrak etika dalam forum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *