Menulis dan Naik Motor

Jika anda lakukan maka anda akan ditinggal lainnya atau malah kecelakaan. Selamat menjadi guru merdeka menulis. Tidak diperbudak oleh apapun.

Saya bertempat tinggal di Jombang dan tempat dinas saya di SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto. Jarak yang tempuh setiap hari kecuali Sabtu-Ahad sekitar 30 km. Kurang lebih 10 tahun itu saya lakukan. Berapakah jarak tempuh totalnya? Jarak tempuh total = 30 km x 5 hari kerja x 30 hari x 12 bulan x 10 tahun, jawabannya adalah… (hitung sendiri). Jarak 30 km itu saya tempuh menggunakan motor, mulai dari Supra X, Megapro lama, dan terakhir NMax. Setiap senin, jalanan ramai, karena bebarengan dengan orang-orang kerja balik ke surabaya, maka kecepatan saya rendah, 40-50 km/jam, bahkan bisa jadi macet karena traffic kendaraan di jalan tinggi. Saat sepi, saatnya ngebut, kecepatan bisa sampai 80 bahkan dulu waktu masih sering ngebut, bisa sampai 100 km/jam.

Menulis, sebagaimana naik motor, pada saat macet, tak satupun ide pun muncul, apalagi judul. Di saat macet, cobalah berhenti dulu sambil beristirahat dan merenung agar ketika sudah lancar bisa dilanjutkan lagi. Di saat jalannya sepi, banyak ide, tarik gas sekuat-kuatnya sampai kecepatan maksimal. Tulis sebanyak-banyak tulisan dan jangan pernah berhenti. Berapapun tulisan yang anda hasilnya dalam satu jam, bisa 2, 3, 4, atau bahkan 5 tulisan, tulis saja. Mengapa? Karena semangat itu muncul tidak tentu waktu, begitu pun macet. Takut kehabisan ide, justru sebaliknya, ide akan muncul lagi setelah ide lain habis ditulis. Dengan catatan anda tidak sedang mengikuti tantangan 1 hari 1 tulisan.

Mengikuti tantangan 1 hari 1 tulisan justru jangan sampai membuat anda menjadikan jalan sepi menjadi jalan macet atau sebaliknya. Jika anda lakukan maka anda akan ditinggal lainnya atau malah kecelakaan. Selamat menjadi guru merdeka menulis. Tidak diperbudak oleh apapun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *