Motivasi Sesat Penulis Pemula!

Selamat menulis apa saja yang paling kamu sukai, menulis apa saja yang kamu baca, dan menulis apa saja yang kamu butuhkan agar tidak tersesat.

Setiap pelatihan menulis pasti muncul kata-kata, “Menulis saja atau tulis apa saja,“. Menurut saya, kalimat inilah yang saya anggap menyesatkan. Jika tidak diberi penjelasan lanjutan. Kalimat ini bersifat umum, bahkan sangat umum. Agar tidak menyesatkan, maka perlu diberi batasan apa yang akan ditulis. Berikut penjelasannya.

Tulislah apa saja yang paling kamu sukai. Sesuatu yang paling, itu tidak banyak. Ada teman-teman yang paling disukai adalah puisi, cerpen, artikel ilmiah, atau genre-genre lainnya. Saya suka menulis nonfiksi (politik, artikel, penelitian) dan saya tidak menyukai fiksi. Jika dipaksakan menulis fiksi, pasti harus berpikir keras dan probabilitas macet sangat tinggi. Pernah mencoba menulis puisi, 1 jam belum menemukan kata indah untuk ditulis. Bisa jadi teman-teman berkebalikan dengan saya. Saya tidak memaksa diri untuk menulis fiksi. Bila sudah memiliki sesuatu yang paling disukai untuk ditulis, akan enjoy menulis sambil memperbaiki diksi, menghaluskan kalimat, menghiperbola tulisan, dan apapunlah itu asal tulisan enak dibaca dan mudah dipahami. Itu yang butuh latihan!

Tulislah apa saja yang kamu baca. Membaca adalah salah satu cara yang paling ampuh untuk mengoleksi diksi. Tidak salah meniru gaya tulisan orang, sambil menemukan gaya kita sendiri. Buku yang dibaca akan sangat berpengaruh dengan apa yang ditulis. Saya suka baca buku-buku nonfiksi, maka tulisan saya juga nonfiksi, maka koleksi buku-buku di private library juga buku-buku nonfiksi. Beda dengan anak saya, rak bukunya dipenuhi dengan buku-buku fiksi, maka gaya penulisannya juga fiksi.

Tulis apa saja yang kamu butuhkan. Saya guru dan perlu menulis buku pelajaran. Tapi kan sudah ada buku teks yang tersedia di pasaran atau dibelikan sekolah pakai uang BOS dan guru tinggal pakai saja? Betul. Tetapi menurut pengalaman saya, buku teks yang ada di perpustakaan belum bisa mewakili apa yang kita ajarkan, bisa jadi terlalu luas atau bahkan terlalu singkat. Buku yang dibuat guru sebagai pendamping dan pegangan guru, kalau bisa dijual, lebih baik. Saya diterima sebagai ASN tahun 2009. Tahun ajaran 2009/2010, masih pakai LKS yang harganya 7 ribuan. Soal kualitas, jangan tanya! You know-lah. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat buku teks sendiri sesuai dengan KI dan KD yang berlaku pada kurikulum, sesuai dengan kemampuan siswa yang saya ajar, dan sesuai kedalaman materi yang ingin saya sampaikan. Saya menulis karena saya butuh.

Selamat menulis apa saja yang paling kamu sukai, menulis apa saja yang kamu baca, dan menulis apa saja yang kamu butuhkan agar tidak tersesat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *