Multirasa

Saya hanya ingin dikenang bahwa saya telah menjadi bagian dari sebuah karya impian teman-teman. Setiap memandangi buku, pasti ada doa dari penulis untuk saya.

Penerbit Delta Pustaka adalah penerbit yang unik. Penerbit yang tidak memiliki karyawan dan kantor pribadi. Operasional secara underground alias gaib. Ada tapi tiada, tiada tapi ada. Walaupun gaib, kehadirannya bisa dirasakan. Salah satunya adalah buku.

Saya termasuk single fighter dalam mengurus Penerbit Delta Pustaka, mulai proses penerimaan naskah, tata letak, proses penyuntingan, kirim ke percetakan, menerima buku dan mengirim naskah ke penulis. Mengapa tidak menerima karyawan? karena dananya masih terlalu minim untuk membayar karyawan. Model bisnis pemberdayaan adalah model bisnis dengan untung yang sekecil-kecilnya karena tujuannya adalah pemberdayaan.

Ketika naskah masuk ke Whatsapp atau email, maka yang pertama kali saya lihat adalah ketikannya. Ketikan adalah kunci utama dalam mengatur tata letak tulisan dan penyuntingan. Jika pengetikannya bagus atau rapi, maka mengatur tata letak hanya butuh wakti 15-30 menit bergantung pada banyaknya isi buku. Jika ketikannya tidak rapi atau amburadul, saya menarik nafas dalam-dalam sambil mengumpulkan tenaga untuk menata tulisannya.

Setelah tata letak selesai, langkah selanjutnya adalah penyuntingan sederhana. Kemudian mendesain cover. Cover adalah bagian yang paling sulit menurut saya karena butuh inspirasi untuk menggambarkan isi buku. Ditambah lagi bila penulis tidak menyertakan sinopsis buku, tambah lagi pekerjaan. Untung insting saya terhadap isi buku kuat. Biasanya cocok. Bila penulis tidak terlalu cerewet, maka dalam waktu singkat cover selesai. Sebaliknya, maka semua rasa bercampur aduk dan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Hal paling menyenangkan adalah melihat tulisan teman-teman menjadi buku. Seperti hari ini, 10 judul buku datang melalui ekspedisi dari percetakan. Sebagaimana penulis, saya lebih bangga lagi bisa mewujudkan mimpi teman-teman memiliki buku. Penerbit Delta Pustaka telah berkomitmen dan tidak akan berubah sampai kapanpun untuk mewujudkan karya siswa dan guru. Saya membuka seluas-luasnya kesempatan kepada guru dan siswa menerbitkan buku. Hal yang paling saya benci adalah ketika ada teman yang tidak punya uang untuk menerbitkan buku, Penerbit Delta Pustaka memberikan kelonggaran, bahkan nego harga bagi yang tidak mampu. Itulah makna bisnis pemberdayaan. Saya hanya ingin dikenang bahwa saya telah menjadi bagian dari sebuah karya impian teman-teman. Setiap memandangi buku, pasti ada doa dari penulis untuk saya. Inshaa Allah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *