Nebeng Karya

Nebeng karya bukan hanya memaksa diri untuk belajar menulis hal-hal yang tidak disukai, tetapi yang paling penting adalah menambah portofolio diri. Tidak ada salahnya mencoba menulis di luar kemampuan biasa diri. Bagi orang lain (mungkin) biasa, tetapi kesan bagi diri adalah sebuah sejarah.

Motivasi menulis (berkarya) bisa datang dari dua arah. Menulis tidak hanya termotivasi dari internal diri (motivasi intrinsik), tetapi juga motivasi eksternal (motivasi ekstrinsik). Banyak karya saya yang nebeng di karya orang lain (antologi dan kolaborasi). Saya iri ketika melihat teman-teman penulis hebat dengan karya. Saya harus bekerja keras untuk mengikuti kehebatan menulis teman-teman, khususnya yang mencetak di Penerbit Delta Pustaka.

Collaboration Writing Series adalah salah satunya. Menulis kolaborasi adalah salah satu ide menulis bersama (maksimal 4 orang). Tujuannya adalah untuk menambah portofolio dalam karya dan dapat yang terpenting adalah digunakan untuk penilaian angka kredit. Awalnya saya hanya tertarik dengan satu buku saja. Hal itu menjadikan saya tidak cukup diri. Saya mencoba masuk ke karya teman-teman yang masih dua penulis dan halamannya belum memenuhi target jumlah halaman (100 halaman). Akhirnya saya memutuskan untuk memasukkan tulisan saya ke karya teman-teman. Alhasil, saya ikut tiga karya buku dalam menulis kolaborasi.

Kedua, trilogi penanda sejarah. Walaupun saya menjadi penggagasnya, bukan berarti saya bisa membuatnya. Menulis puisi misalnya. Puisi bagi saya adalah suatu kesulitan tersendiri. Bahasa mudahnya, tidak berbakat menulis puisi. Memaksakan diri agar memiliki karya trilogi, saya mencoba menulis puisi. Puisi akhir jadi walaupun membutuhkan waktu yang cukup lama, satu minggu.

Nebeng karya bukan hanya memaksa diri untuk belajar menulis hal-hal yang tidak disukai, tetapi yang paling penting adalah menambah portofolio diri. Tidak ada salahnya mencoba menulis di luar kemampuan biasa diri. Bagi orang lain (mungkin) biasa, tetapi kesan bagi diri adalah sebuah sejarah. Sejarah yang tidak akan terlupakan. Apalagi telah menjadi buku.¬†Emm… rasanya akan beda. Setiap memandangi karya itu, teringat usaha keras untuk mewujudkannya.

Pernahkah punya pengalaman seperti saya? Bisa ditulis di kolom komentar!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *