Observer

Penulis adalah observer yang baik. Penulis harus mampu mengamati dengan serius dan seksama terhadap suatu fakta tertentu. Aktivitas mengamati hakikat mengumpulkan fakta dan data untuk bahan menulis. Semakin detail pengamatan seseorang terhadap suatu fakta, maka akan semakin bagus dalam mendeskripsikan dalam bentuk tulisan.

Kegiatan mengamati (observasi) adalah suatu kegiatan pengamatan dengan melibatkan seluruh panca indera. Mata untuk melihat, telinga untuk mendengarkan, hidung untuk mencium (bau), kulit untuk meraba, dan lidah untuk merasa. Penggunaan indera sangat bergantung pada profesi yang ditekuni. Tidak semua indera digunakan saat mengamati sebuah fakta. Ada yang lebih dominan yang digunakan daripada indera lainnya saat melakukan pengamatan.

Seorang chef dominan menggunakan lidah dan hidung untuk merasakan rasa masakan. Seorang kritikus film lebih dominan menggunakan mata dan telinga untuk mengamati detail dari jalan cerita sebuh film. Seorang guru bimbingan konseling lebih dominan menggunakan telinga untuk mendengar segala keluh kesah siswa ketika curhat. Seorang guru lebih dominan menggunakan telinga dan mata untuk melihat kondisi siswa dan lingkungan saat proses pembelajaran.

Penulis adalah observer yang baik. Penulis harus mampu mengamati dengan serius dan seksama terhadap suatu fakta tertentu. Aktivitas mengamati hakikat mengumpulkan fakta dan data untuk bahan menulis. Semakin detail pengamatan seseorang terhadap suatu fakta, maka akan semakin bagus dalam mendeskripsikan dalam bentuk tulisan. Tere Liye, penulis fiksi best seller Indonesia, sebelum menulis selalu mengadakan pengamatan dengan cara observasi lapangan dan membaca buku. ketika menulis novel Rindu, Tere Liye melakukan pengamatan dengan membaca buku, seperti Kapal Pesiar Tahun 1940. Novel Rindu bercerita tentang orang yang ingin naik haji pada 1940. Untuk menulis novel, dia merasa perlu mencari tahu bentuk kapal pada tahun itu.

Fakta yang telah dikumpulkan melaui penginderaan akan dinilai berdasarkan pengetahuan yang dimiliki oleh penulis. Pengetahuan inilah yang akan digunakan untuk menilai fakta. Pengetahuan disebut juga sebagai sudut pandang penulis terhadap suatu fakta. Seorang penulis akan beda dalam melihat fakta tentang siswa yang nakal. Satu fakta bisa menjadi beberapa narasi tulisan yang berbeda. Sudut pandang penulis inilah akan menjadikan tulisan itu menarik atau tidak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *