Oleh-Oleh dari Bintan Kepulauan Riau

Pemberdayaan bukan hanya urusan dunia, tetapi ini adalah investasi akhirat kita kelak. Bukankah ilmu yang bermanfaat adalah amalan yang tidak pernah putus walaupun kita sudah meninggal?

Semangat berbagi selalu saya junjung tinggi sampai detik ini. Saya diundang oleh CELL (Center of Education Learning and Literacy) Bintan Kepulauan Riau. CELL sebagai lembaga pemberdayaan pendidik dan peserta didik meminta saya untuk berbagi tentang model pemberdayaan yang telah dilakukan oleh P3G Jawa Timur. Saya dengan senang menyambut tawaran itu. Akhirnya, ahad (22/11/2020) mulai pukul 20.00-22.30 WIB terlaksana acara berbagi P3G Jawa Timur dan CELL Bintan Kepulauan Riau.

Ada beberapa catatan yang ingin saya bagi dalam tulisan ini bagi teman-teman yang mewakafkan diri untuk berbagi dengan teman-teman guru dalam bentuk pemberdayaan. Teman-teman boleh berbeda dengan saya. Itu tidak masalah. Pada kesempatan ini saya paparkan beberapa hal prinsip (menurut saya) dalam pemberdayaan guru.

Tata niat. Dalam ajaran agama, niat memegang peranan pertama dalam perbuatan. P3G Jawa Timur dibentuk untuk pemberdayaan guru. Jadi orientasi utamanya adalah pemberdayaan, bukan uang. Setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh P3G Jawa Timur tanpa biaya. Apakah lembaga pemberdayaan guru yang berorientasi uang itu salah? Tentu tidak! Saya sangat menghormati teman-teman yang berorientasi uang dengan cara masing-masing. Ada yang bayar untuk jadi anggota. Ada yang bayar untuk mendapatkan sertifikat yang ada jam pelatihannya. Ada yang bayar untuk mengikuti pelatihan. Barangkali uang itu digunakan untuk menggerakan lembaganya atau untuk honor narasumber.

Orientasi pemberdayaan. Teman-teman CELL telah memaparkan beberapa program yang telah dilaksanakan. Saya memberikan beberapa penekanan. Jika CELL fokus pada pemberdayaan pendidik dan peserta didik, maka fokus pada kegiatan tersebut. P3G Jawa Timur tidak didesain untuk mengadakan kegiatan berupa gebyar, misalnya mengadakan lomba di suatu tempat atau mengadakan kegiatan luring di hotel. P3G Jawa Timur selalu mengusahakan setiap kegiatan berorientasi pada karya, terutama dalam bentuk buku.

Mengubah Mindset. Mayoritas pendidik memiliki mindset bahwa pelatihan atau workhsop untuk mendapatkan sertifikat. Tidak sepenuhnya salah karena sertifikat akan digunakan untuk pengajuan angka kredit. Mindset ini tidak akan ubah bahwa pelatihan/workshop yang kita desain berbasis pada knowledge oriented. Artinya pendidik yang mengikuti pelatihan benar-benar merasa butuh dengan materi atau pengetahuan disampaikan oleh narasumber pada saat pelatihan. Ketika orientasi pengetahuan ini sudah terbentuk, niat teman-teman pendidik akan jauh lebih tertata. Teman-teman guru akan enjoy dalam mengikuti pelatihan. Mengerjakan tugas pelatihan dengan sukarela. Bukan untuk mendapatkan sertifikat semata. Dengan kata lain, jika merasa perlu untuk mendapatkan materi pelatihan tersebut, maka secara otomatis sertifikat akan di dapat.

Akhir kata, saya berpesan kepada teman-teman CELL, teruslah bergerak memberikan manfaat kepada pendidik lainnya. Jangan pernah putus asa. Saya pribadi siap berkolaborasi dengan teman-teman di CELL untuk mengadakan pelatihan. Saya tawarkan kepada mereka dan gratis. Pemberdayaan bukan hanya urusan dunia, tetapi ini adalah investasi akhirat kita kelak. Bukankah ilmu yang bermanfaat adalah amalan yang tidak pernah putus walaupun kita sudah meninggal?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *