Pengusaha Passion (bagian-4 selesai)

Berawal dari menulis, memiliki lembaga pelatihan, memiliki penerbit, setelah memiliki perusahaan. Perusahaan ini saya kelola bersama teman saya yang telah meminjamkan notarisnya untuk pendirian Penerbit Delta Pustaka. Terpaksa jadi pengusaha. Pengusaha karena passion, bukan passion-nya jadi pengusaha.

Saya tidak punya bakat sama sekali menjadi pengusaha. Tidak pernah bermimpi menjadi pengusaha. Tidak seperti teman-teman saya yang sudah menjadi pengusaha dan punya karyawan. Agustus 2020 ini saya terpaksa menjadi pengusaha. Barangkali awalnya terpaksa akan menjadi biasa dan menjadi pengusaha beneran.

Berawal dari tawaran mencetak modul pendamping daring di SMPIT Permata Kota Mojokerto. Modul dicetak full colour ini akan digunakan oleh peserta didik SMPIT Permatan Kota Mojokerto sebagai pendamping dalam pembelajaran daring. Dengan segala keterbatasan waktu, akhirnya modul telah siap cetak. Sepuluh hari kemudian, modul saya ambil ke percetakan di Yogyakarta.

Masalah kemudian muncul, berkas kelengkapan laporan. Biaya modul diambilkan dari uang BOSKO (BOS Kota Mojokerto). Salah berkas laporannya adalah SIUP. Penerbit Delta Pustaka saya buat dari hasil pinjaman Notaris dari teman. Setelah saya kontak si empunya, ternyata SIUPnya sudah out of date. Saya pun berpikir ulang, apakah memperpanjang SIUP teman saya atau membuat baru. Akhirnya, saya putuskan untuk membuat baru, CV. Delta Pustaka. Melalui biro jasa pembuatan CV, dalam waktu sepuluh hari semua berkas pendirian CV telah selesai. Dengan berdirinya CV. Delta Pustaka ini saya telah (terpaksa) dari pengusaha.

Berawal dari menulis, memiliki lembaga pelatihan, memiliki penerbit, setelah memiliki perusahaan. Perusahaan ini saya kelola bersama teman saya yang telah meminjamkan notarisnya untuk pendirian Penerbit Delta Pustaka. Terpaksa jadi pengusaha. Pengusaha karena passion, bukan passion-nya jadi pengusaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *