Personal Branding

Personal branding tidak selalu berhubungan dengan uang. Pun tidak selalu berhubungan dengan jalan mudah mengumpulkan uang banyak. Kalau engkau melakukan personal branding karena itu, maka harga dirimu tidak lebih dari apa yang engkau dapatkan, yaitu dunia.

Seorang teman memberikan tangkapan layar pesan instan Whatsapp tentang pelatihan menulis. Teman saya mengira akan diajari tentang menulis, bagaimana cara menulis dengan mudah, ternyata materinya adalah tentang personal branding. Pengisinya adalah orang-orang terkenal, walaupun saya tidak kenal. Ada narasumber yang sudah keliling Indonesia, bahkan luar negeri, ada yang motivator, dan berbagai macam prestasi yang wow.

Saya sejak SMA punya hobi baca dan tulis. Pernah bergabung dengan majalah sekolah. Pernah mengikuti pelatihan jurnalistik kurang lebih sebanyak lima kali hanya agar bisa menulis berita dan artikel. Ketika kuliah juga sama, masih dengan hobi yang sama, membaca buku-buku serius, menulis di majalah kampus, menjadi anggota publikasi di salah satu organisasi, Saat jadi guru, seperti sekarang, punya kesukaan yang sama, membaca dan menulis. Pernah menulis di Majalah Media Propinsi Jawa Timur sebanyak 13 artikel, hampir setiap bulan dimuat, bahkan ada dua artikel yang dimuat dalam satu terbitan. Konsistensi dan hobi adalah bagian dari personal branding.

Bukan karena ahli dan tidak pula menasbihkan diri saya sebagai ahli, tetapi lebih suka menggunakan istilah berbagi. Mengapa? karena personal branding tidak harus menunggu ahli dan berprestasi tetapi yang jauh lebih penting adalah berbagi. Berbagi apapun yang bermanfaat sesuai dengan ilmu yang saya miliki. Kalau saya ahli PTK, tentu saya sudah membuat banyak PTK, faktanya saya hanya pernah membuat satu PTK saja. Kalau saya ahli publikasi ilmiah, tentu saya sudah mempublikasikan banyak sekali tulisan di jurnal atau media massa, faktanya saya hanya pernah nulis di majalah dan jurnal hanya beberapa tulisan saja. Apalagi prestasi, saya tidak pernah ikut guru berprestasi, apalagi juara guru berprestasi. Saya tidak pernah ikut lomba inobel, apalagi jadi juara. Bukan berarti, tidak ahli dan tidak berprestasi membuat saya berhenti berbagi. Justru sebaliknya, berbagilah engkau akan jadi ahli, berbagilah engkau akan jadi berprestasi.

Personal branding tidak selalu berhubungan dengan uang. Pun tidak selalu berhubungan dengan jalan mudah mengumpulkan uang banyak. Kalau engkau melakukan personal branding karena itu, maka harga dirimu tidak lebih dari apa yang engkau dapatkan, yaitu dunia. Betapa rendahnya harga dirimu jika hanya dunia saja tujuanmu. Lebih dari itu, tujuan berbagi adalah untuk menanamkan jariyah kebaikan ketika kita sudah tiada, maka tanaman jariyah itu akan terus tumbuh dan mengalir ketika kita sudah meninggalkan dunia ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *