Pikiran (bagian-2)

Pikiran adalah pikiran. Orang boleh saja menilai pikiran orang lain. Asal tidak memaksakan pikiran ke pikiran ke orang lain, bahkan dengan kekuasaan sekalipun.

Saya lebih suka meminjam kata yang biasanya diucapkan oleh Rocky Gerung (RG) dalam setiap narasi yang disampaikan: pikiran. Padanan kata pikiran itu sebenarnya sama dengan ide, gagasan, sudut pandang, bahkan lebih ekstrim lagi bisa disebut ideologi. Saya tidak tahu mengapa saya suka istilah itu. (Mungkin) karena saya salah satu fans dari RG. Sehingga enak saja mendengarkan kata itu.

Pikiran itu adalah sesuatu yang ada di otak. Semacam pengetahuan yang kita peroleh dari sebuah proses belajar yang panjang. Jangan pernah berharap mendapatkan pikiran yang menancap lama, jika hanya belajar satu atau dua kali.  Saya mem-brain washing pikiran saya membutuhkan waktu bertahun-tahun sampai menancap pikiran itu sampai sekarang. Sampai hari ini, pikiran itu masih menancap dengan kuat. Belum ada pikiran lain yang mengubahnya sampai detik ini.

Pikiran itu akan mendorong pemiliknya untuk menerapkannya (pikiran itu). Sederhananya, seorang pendidik yang memiliki pikiran untuk menerapkan strategi pembelajaran yang unik, maka akan terdorong untuk segera menerapkannya. Setiap perbuatan pasti dipengaruhi oleh pikirannya. Itu wajar saja dan tidak ada yang aneh menurut saya.

Pikiran adalah pikiran. Orang boleh saja menilai pikiran orang lain. Asal tidak memaksakan pikiran ke pikiran ke orang lain, bahkan dengan kekuasaan sekalipun. Kekuasaan tidak  bisa memaksakan pikiran tertentu. Bukti penggunaan kekuasaan untuk mengubah pikiran seseorang adalah tanda bahwa sang pemilik kekuasaan lemah dan pikirannya tidak kuat. Biasanya, semakin besar kekuasaan memaksa suatu pikiran, maka orang akan semakin penasaran dengan pikiran itu. Contoh ekstrim adalah pikiran tentang Khilafah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *