Pikiran versus Pikiran (bagian-3)

Pikiran versus pikiran  adalah hal yang lumrah dalam hidup. Setiap hari kita perang pikiran. Media sosial, televisi, dan media lainnya menyuguhkan berita-berita yang kadang (bahkan sering) tidak selaras dengan pikiran kita.

Setiap orang memiliki pikiran masing-masing di otak. Terlepas pikiran itu benar atau salah. Pikiran ini menggerakkan setiap tindakan yang dilakukan. Dengan kata lain, setiap tindakan yang dilakukan seseorang dipengaruhi oleh pikiran. Bisakah kita mengubah pikiran orang lain agar selarah dengan pikiran yang kita punyai. Bisa! Caranya?

Cuci otak (brain washing) adalah cara yang paling efektif untuk mengubah pikiran orang lain. Cuci otak yang memiliki makna negatif bagi sebagian orang, menurut saya keliru. Cuci orang tidak hanya berlaku untuk mengubah pikiran-pikiran positif menjadi pikiran-pikiran negatif. Menurut saya, hal ini juga berlaku bagi siapa yang ingin mengubah pikiran-pikiran negatif menjadi pikiran-pikiran positif. Ini juga disebut sebagai cuci otak.

Agar lebih jelas saya, ingin menggunakan studi kasus. Saya punya pikiran bahwa khilafah adalah bagian dari ajaran Islam. Nah, misalnya anda ingin mengubah bahwa pikiran khilafah itu bukan dari Islam, maka anda harus melawan pikiran saya dengan pikiran anda. Inilah yang saya maksud pikiran versus pikiran. Bukan dengan cara memaksa untuk mengubah pikiran saya. Itu akan percuma saja.

Caranya bisa anda diskusi intens dengan saya tentang pikiran saya itu. Anda harus bisa menyakinkan saya bahwa pikiran saya adalah salah. Pertemuan itulah yang (bisa jadi) mengubah pikiran saya. Anda harus ingat bahwa saya adalah manusia. Saya juga bisa mendebat pikiran anda yang berlawanan dengan pikiran saya. Hasilnya, bisa jadi anda ikut pikiran saya, bisa juga saya ikut pikiran anda, atau bahkan tidak ada hasil, anda tetap pada pikiran anda, begitu juga saya.

Pikiran versus pikiran  adalah hal yang lumrah dalam hidup. Setiap hari kita perang pikiran. Media sosial, televisi, dan media lainnya menyuguhkan berita-berita yang kadang (bahkan sering) tidak selaras dengan pikiran kita. Bahasa Samuel Phillips Huntington adalah The Clash of Civilizations. Tidak akan berhenti sampai dunia ini berakhir. Bukan perihal siapa yang benar atau yang salah, tetapi pikiran siapakah yang paling kuat, berpengaruh, dan sesuai fitrah manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *