Sambungan Gaib

Itulah keinginan saya sejak lama. Hari ini terkabul. Semangat berbagi yang telah saya junjung tinggi selama ini terkabul melalui teman saya.

Beberapa waktu yang lalu, sebenarnya sudah lama juga sih, ada sebuah mimpi (semacam keinginan dalam hati. Saya sudah mengungkapkannya. Bahasa tulis adalah bahasa datar. Tanpa ekspresi. Beda ceritanya bila saya berbicara langsung via telepon atau tatap muka. Alhamdulillah, keinginan ini tersambung dengan teman nun jauh di sana, Bintan Kepulauan Riau.

Teman saya membentuk sebuah komunitas. Tidak banyak, hanya delapan orang saja. Teman saya bersama timnya ingin mengembangkan semacam gerakan literasi, baik untuk siswa dan guru. Nah, teman saya ini mengungkapkan ingin berbagi dengan berbagai aktivitas yang telah saya lakukan. Saya jawab dengan penuh semangat, “Saya bersedia berbagi kapan saja.” Teman saya dan tim menyediakan tempat virtual dan saya tinggal masuk ke situ dan siap berbagi. Setelah mengatur waktu, akhir deal pada hari yang telah disepakati. Seperti biasa, teman saya dengan agak sungkan khas orang Indonesia, “Cak, ini sosial ya?” Saya jawab langsung, “Saya tidak mau dibayar dan saya juga tidak minta bayaran. Tolong sampaikan ke teman-temannya.”

Itulah keinginan saya sejak lama. Hari ini terkabul. Semangat berbagi yang telah saya junjung tinggi selama ini terkabul melalui teman saya. Berbagi tanpa dihantui biaya apapun. Justru saya yang berterima kasih dengan teman-teman yang telah mempercayai saya untuk berbagi. Jangan pernah pernah tanya berapa bayarannya, GRATIS. Ingin sekali menawar diri, tetapi saya sadar betul siapa saya dan kemampuan saya apa. Makanya saya sangat bersyukur diberi kesempatan berbagi dengan teman-teman saya di Bintan Kepulauan Riau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *