Saya Berbagi, Tidak Lebih

Saya hanya ingin berbagi, not more! Ya, berbagi, makanya di flyer saya tulis fasilitator, bukan narasumber atau pemateri. Narasumber masih menjadi istilah berat bagi saya untuk menyandangnya. Berbagi adalah istilah tertinggi dari tahapan untuk belajar.

Mungkin dalam benak teman-teman calon peserta atau peserta pelatihan yang diadakan oleh P3G Jawa Timur dan Penerbit Delta Pustaka bertanya-tanya. Narasumbernya siapa? Gelarnya apa? Pernah punya prestasi apa? Sudah buat PTK berapa? Bisa jadi perasaan kecewa ada di benak teman-teman. Siapa sih dia kok berani buka pelatihan PTK? Pertanyaan-pertanyaan itu hanya suudzon saya alias membaca isi pikiran teman-teman. Biasa tulisan di flyer (pamflet), pemateri atau narasumber diisi lengkap dengan gelar dan prestasinya, Flyer yang dibuat P3G hanya mencantumkan nama, tanpa gelar dan sebagai apa, itu saja!

Bagi saya ketertarikan pendidik (baca: guru) terhadap suatu pelatihan tertentu adalah perlu tidaknya pelatihan itu untuk pendidik atau kebutuhan pendidik. Ketertarikan kedua adalah bayar atau tidak. Pertimbangan selanjutnya barangkali kompetensi narasumber, waktu, sertifikat, dan seterusnya. Teman-teman bisa melanjutnya sendiri tentang pertimbangan memilih kegiatan pelatihan.

Saya hanya ingin berbagi, not more! Ya, berbagi, makanya di flyer saya tulis fasilitator, bukan narasumber atau pemateri. Narasumber masih menjadi istilah berat bagi saya untuk menyandangnya. Berbagi adalah istilah tertinggi dari tahapan untuk belajar. Istilah kerennya: dari GURU, oleh GURU, dan untuk GURU. Berbagi apa? Tentunya berbagi ilmu, berbagi pengetahuan.

Dalam mindset saya, guru itu punya modal (pengetahuan awal) tentang aktivitas yang dilakukan di kelas maupun untuk pengembangan dirinya, termasuk keperluan naik pangkat. Setiap pendidik pasti sudah pernah membuat makalah, skripsi, tesis, atau bahkan disertasi. Kemampuan menulis di setiap pendidik itu sudah ada dan sudah tertanam di setiap benak pendidik. Masalahnya hanya tidak ada tempat bertanya dan tidak punya wadah untuk menyalurkan kemampuan dasar itu. Pendidik akan melejit luar biasa bisa didampingi dan diwadahi. Itulah latar belakang kepada saya membuat Jurnal, Penerbit, Kanal Video Youtube, dan P3G. Tujuannya hanya mendampingi dan mewadahi (baca: berbagi). Buktinya, kelas #nulisPUISIbareng bisa menghasilkan lebih dari 16 karya, dan beberapa masih proses penyelesaian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *