Sebuah Proyek Besar (Bagian Akhir-Selesai)

Semoga ini menjadi awal dari sebuah pergerakan menuju Darul Madinah lebih baik dan semakin maju. Bagi seorang muslim, sukses dunia saja belum cukup, tetapi sukses akhirat jauh lebih berharga dan tidak ternilai oleh apapun.

Saya tidak sungkan mengatakan bahwa saya adalah bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Darul Madinah Kota Madiun. Klaim itu sangat sederhana karena anak saya mondok di sana. Maka saya berani ngomong bahwa saya adalah bagian dari pondok, walaupun menjadi sebutir pasir di pantai. Hal itu tidak menjadikan saya merasa cuek dengan hal yang ada di pondok (dan sekolah). Saya terpanggil untuk menyumbang pikiran (saja) demi kemajuan pondok dan sekolah. Walaupun bukan ide besar, minimal saya menjadi bagian positif bagi kemajuan Darul Madinah.

Saya sering berdiskusi dengan Ustadz Amir Abdullah. Diskusi ringan dan sesekali serius tentang Darul Madinah ke depan, mulai dari kelas takhasus, integrasi penyederhanaan sistem pembelajaran pondok dan sekolah formal, modul, literasi, dan masih banyak lagi. Inilah yang saya sebut sebagai proyek besar. Saya banyak belajar dari ide-ide visioner dan inovatif dari Ustadz Amir, yang terkadang ide saya sudah bagus, tetapi kacamata beliau lebih luas sehingga ide-ide saya menjadi kurang relevan. Itulah fungsinya diskusi. Menyatukan visi dan misi untuk kepentingan organisasi.

Semoga ini menjadi awal dari sebuah pergerakan menuju Darul Madinah lebih baik dan semakin maju. Bagi seorang muslim, sukses dunia saja belum cukup, tetapi sukses akhirat jauh lebih berharga dan tidak ternilai oleh apapun. Darul Madinah telah menasbihkan diri menjadi pelayan umat untuk membangun peradaban Islam masa depan. Semoga lahirlah generasi-generasi Qurani dari kawah candradimuka Darul Madinah. Saya (semoga) menjadi bagian dari proyek besar itu (selesai).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *