Sekali Lagi, Tentang Etika

Sembari memperbaiki diri, belajar etika dari siapapun juga penting. Kesalahan itu biasa karena manusia tempatnya salah dan lupa. Saling mengingatkan adalah hal baik dan dianjutkan dalam Quran. Selamat menjaga etika di dunia maya.

Ibarat rumah, grup Whatsapp bertuan rumah. Admin namanya. Admin ibarat empunya rumah. Bila masuk grup, kenalkan diri dulu. Dengan kata lain, say hello kepada tuan rumah. Begitu pula jika ingin berbagi (sharing), alangkah eloknya juga dengan seizin admin grup. Hendaknya pamit ke tuan rumah, jika ingin left grup. Hari ini, saya diingatkan oleh admin grup X karena mengirim tautan video Youtube. Saya sadar, saya salah. Saya langsung minta maaf kepada admin dan izin untuk left.

Etika, sekali lagi masalah etika. Dunia maya sebenarnya sama saja dengan dunia nyata. Semua butuh etika. Menulis pesan sama dengan berbicara di dunia nyata. Masuk grup sama dengan masuk rumah. Membagi pesan, berita, tautan dan apapun itu sama dengan memberikan pamflet ke orang lain.

Etika itu menggambar siapa dirimu. Kebiasaan seseorang dapat dilihat dari etika ketika berada di grup. Cara bicara, menyampaikan pesan, berbagi, dan segala macam aktivitas dalam dunia maya mencerminkan siapa orang itu. Bukankah orang dinilai dari tingkah laku yang dapat kita indera? karena kita tidak bisa menilai hati seseorang. Jika etikanya bagus, (inshaa Allah), kebiasaan di dunia nyata juga bagus. Saya yakin hal itu.

Sembari memperbaiki diri, belajar etika dari siapapun juga penting. Kesalahan itu biasa karena manusia tempatnya salah dan lupa. Saling mengingatkan adalah hal baik dan dianjutkan dalam Quran. Selamat menjaga etika di dunia maya.

2 thoughts on “Sekali Lagi, Tentang Etika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *