Tantangan Terbuka Untuk Pak Imam

Setiap saya interaksi dengan Pak Imam, saya selalu mendapatkan sesuatu yang baru. Sebuah pelajaran hidup yang patut menjadi renungan.

Saya memang bukan guru SMA Negeri 1 Kota Mojokerto. Bukan berarti saya tidak pernah berinteraksi dengan Pak Raden Imam Wahjudi. Biasanya saya memanggil Pak Raden Imam Wahjudi dengan panggilan Pak Imam. Justru saya merasa bersyukur. Interaksi dengan Pak Imam (biasanya) berhubungan urusan kedinasan, yaitu masalah jurnalistik dan majalah sekolah Smile-Up.

Setiap saya interaksi dengan Pak Imam, saya selalu mendapatkan sesuatu yang baru. Sebuah pelajaran hidup yang patut menjadi renungan. Motto Smile-Up yang diciptakan Pak Imam penuh dengan makna. Selalu gembira, tidak mengeluh, begitulah bunyi motto-nya. Baru tahu makna beberapa minggu ini, setelah bertemu Pak Imam saat konsultasi terakhir finishing majalah sekolah. Selalu Gembira bermakna syukur dan Tidak Mengeluh berarti sabar. Ini adalah salah satu dari banyak sekali ucapan-ucapan beliau yang saya dengar sendiri. Itulah Pak Imam.

Beberapa hari ini saya mencoba menggagas ide baru untuk membuat rubrik tambahan di majalah sekolah Smile-Up. Rubrik baru khusus untuk Pak Imam. Banyak nama yang muncul: Motivasi Pak Raden, Catatan Pak Raden, Nasehat Pak Raden, Pojok Pak Raden, dan apapun itu. Mengapa menggunakan nama Pak Raden? Menurut saya (nama itu) lebih menarik dari sisi jurnalistik. Apapun nama rubriknya, yang penting adalah isinya adalah motivasi dan pelajaran hidup yang dipegang oleh Pak Imam. Hal baik ini harus didesiminasi dan disebarluaskan agar pengaruh hasil pikiran Pak Imam dapat dipahami oleh orang lain, lebih khusus lagi warga SMA Negeri 1 Kota Mojokerto. Masalah sekarang adalah apakah Pak Imam bersedia untuk mengisi rubrik baru itu? Kita tunggu jawaban Pak Imam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *