Tarif Profesional-2

Jangan sampai sudah terkenal, pasang tarif tinggi sebagai narasumber, memanfaatkan guru dan komunitasnya hanya sebagai ajang cari uang, tanpa memperhatikan target yang dicapai. Bagi saya workshop tanpa tindak lanjut, walaupun tertulis di sertifikat 1000 JP sekalipun, tanpa karya yang dihasilkan dari workshop itu akan sangat sia-sia.

Seorang teman, yang kebetulan suaminya sekretaris MGMP sebuah mata pelajaran, merekomendasikan saya untuk mengisi workshop Kelas #PTKjadiGURU. Sang suami yang menjabat sekretaris di MGMP tersebut menghubungi saya tentang teknis workshop. Beliau meminta saya masukan tentang maksud workshop itu. Saya kemudian menjelaskan sesuai dengan SOP kegiatan yang ada di P3G Jawa Timur yang sekarang masih berjalan.

Saya menceritakan untuk Kelas #PTKjadiBUKU adalah daring (online) murni via Youtube. Untuk buku tidak ada paksaan dalam mencetak, kalau ingin mencetak yang saya layani dengan harga paket pelatihan. Konsep yang ditawarkan masih dirapatkan dengan panitia. Nah, justru yang menjadi kegalauan bukan sistem atau materi yang ingin saya sampai, tetapi masalah fee/uang saku. (Mungkin) sudah menjadi budaya di negeri ini, setiap pemateri punya fee profesional (tarif profesional). Saya jawab dengan tegas, bahwa komitmen saya tetap pada tulisan pertama saya tentang Tarif Profesional (baca: http://kelaskuonline.id/tarif-profesional/).

P3G Jawa Timur tetap memegang teguh komitmen berbagi. Jangan sampai ketika, misalnya, saya menyebutkan fee untuk mengisi workshop, terus panitia uangnya terbatas, malah tidak jadi workshop gegara fee narasumbernya mahal. Jangan sampai uang menjadi penghalang untuk berbagi. Diundang untuk mengisi workshop saja sudah sangat membanggakan. Semangat inilah yang saya dan P3G Jawa Timur jaga. Jangan sampai sudah terkenal, pasang tarif tinggi sebagai narasumber, memanfaatkan guru dan komunitasnya hanya sebagai ajang cari uang, tanpa memperhatikan target yang dicapai. Bagi saya workshop tanpa tindak lanjut, walaupun tertulis di sertifikat 1000 JP sekalipun, tanpa karya yang dihasilkan dari workshop itu akan sangat sia-sia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *