Tata Bahasa

Pelan-pelan tapi pasti. Apalagi sekarang dengan mudah kita belajar tata bahasa tanpa beli buku. Cukup gerakkan jari untuk berselancar di dunia maya, mencari pengetahuan tata bahasa. Menulis jalan terus, belajar tata bahasa juga harus terurus.

Berkali-kali saya mengeryitkan dahi menyunting beberapa tulisan buku yang akan diterbitkan oleh Penerbit Delta Pustaka. Berkali-kali pula jengkel dalam hati, melihat kesalahan-kesalahan remeh penulisan di, pun, kata serapan, bahkan penempatan titik dan koma yang kadang tidak tepat. Belum lagi kata baku dan tidak baku yang masih rancu digunakan dalam tulisan. Hati saya bertanya, “Apakah mereka tidak belajar tata bahasa (Indonesia)?,”

Salah ketik itu hal yang sangat wajar dan manusiawi menurut saya. Ketika banyak sekali tulisan dan berulang kesalahan tata bahasa. Itulah ketidakwajaran. Prinsip orang belajar menulis, “Tulislah apa saja, urusan tata bahasa nanti saja,” Boleh saja anda berprinsip seperti itu. Bukan berarti menulis apa saja, nihil belajar tata bahasa. Itu salah prinsip namanya. Jika tulisan anda menggunakan bahasa Inggris, maka anda harus belajar tata bahasa Inggris. Begitupun sebaliknya, jika tulisan anda menggunakan bahasa Indonesia, maka belajarlah tata bahasa Indonesia.

Saya yakin, orang yang belajar menulis banyak juga yang kuliahnya tidak mengambil program studi bahasa Indonesia. Belajar tata bahasa yang saya maksud di sini sebenarnya sederhana. Setiap anda ragu menuliskan kata sholat misalnya, maka anda buka Kamus Besar Bahasa Indonesia daring di laman kkbi.web.id. KBBI daring ini akan memberikan petunjuk kata yang benar sholat atau salat?

sa.lat
bentuk tidak baku: solat, shalat, sholat

Kata di atas adalah hasil penelusuran sholat atau salat. Walaupun kata sholat sudah sangat akrab ditulis dan dianggap baku oleh kebanyakan orang, bukan berarti ini benar. Kata yang ditunjukkan di KBBI adalah benar dan harus diikuti. Jika dalam menulis menemukan lagi keraguan, cek lagi di KBBI. Tidak terasa, kita belajar tentang tata bahasa. Tuntutannya adalah meminimalkan kesalahan penulisan agar sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Penulis pemula seperti saya selalu tidak bosan belajar tata bahasa Indonesia. Pelan-pelan tapi pasti. Apalagi sekarang dengan mudah kita belajar tata bahasa tanpa beli buku. Cukup gerakkan jari untuk berselancar di dunia maya, mencari pengetahuan tata bahasa. Menulis jalan terus, belajar tata bahasa juga harus terurus.

2 thoughts on “Tata Bahasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *