Tiga Pilar Publikasi Ilmiah

 

Tiga pilar plus satu pilar pendukung mutlak diperlukan dalam Publikasi ilmiah. Semua pilar itu ada di Pusat Pengembangan Profesi Guru (P3G) Jawa Timur.

Publikasi ilmiah dianggap sebagai penghambat kenaikan pangkat guru. Munculnya Permen PAN dan RB nomor 16 tahun 2009, yang mewajibkan guru untuk membuat publikasi ilmiah sejak naik pangkat dari PenataTingkat I (III-b) ke pengkat di atasnya. Ini menjadi dilema tersendiri bagi guru yang ingin naik pangkat. Guru telah dimanjakan dengan aturan lama yang lebih longgar tentang publikasi ilmiah. Sehingga sejak munculnya aturan baru ini guru menjadi shock, akhirnya malas naik pangkat.

Saya mencoba menganalisis Permen PAN dan RB ini dengan seksama karena di masa depan sangat saya memerlukan hal itu. Bersamaan dengan keluarnya Permen ini saya juga diangkat menjadi CPNS guru. Inilah yang menjadi tantangan sendiri bagi saya untuk menaklukkan segala macam syarat yang ada dalam Permen ini. Perenungan itu muncul, istilah yang saya buat, yaitu Tiga Pilar Publikasi ilmiah.

Pilar pertama, Lembaga Diklat. Guru sebenarnya sudah memiliki modal atau pengetahuan awal tentang publikasi ilmiah, minimal pernah buat skrispsi saat kuliah S-1. Modal ini sebenarnya sudah cukup untuk.membuat publikasi ilmiah. Tetapi banyak guru yang tidak percaya diri terhadap kemampuannya. Sehingga butuh didampingi. Nah, fungsi dari lembaga diklat ini adalah mendampingi guru dalam publikasi ilmiah dengan mengadakan pelatihan-pelatihan. Pendampingan ini harus dilaksanakan secara sistematis dan terstruktur dengan pola In-service dan On-service. Canggih teknologi sekarang, pelatihan sudah berubah dari tatap muka secara luring (offline) menjadi daring (online). Pusat Pengembangan Profesi Guru (P3G) Jawa Timur dibentuk untuk menjadi lembaga diklat guru. Semua diklat yang dilaksanakan adalah gratis, sistematis, terstuktur, dan bersetifikat. Kegiatan yang sudah dan akan diadakan adalah Kelas #nulisPUISIbareng (Desember 2019), Kelas #PTKjadiBUKU (Januari-Februari 2020), Kelas #nulisPTKbareng (Februari-Juli 2020).

Pilar kedua, Penerbit. Pelatihan yang diadakan oleh P3G Jawa Timur harus menghasilkan karya, baik berupa buku maupun artikel. Kelas #nulisPUISIbareng dan #PTKjadiBUKU menghasilkan publikasi ilmiah berupa buku. Buku yang sudah jadi membutuhkan penerbit untuk melengkapi proses cetak dan ISBN (International Standar Book Number). Lembaga yang dapat menerbitkan dan mengajukan ISBN adalah penerbit. Penerbit ini berfungsi sangat vital karena karya yang dihasilkan dari pelatihan tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya penerbit. Penerbit Delta Pustaka hadir untuk.memfasilitasi guru dan siswa dalam menerbitkan karya, terutama hasil pelatihan di P3G Jawa Timur.

Pilar ketiga, Jurnal. Pilar yang tidak kalah penting adalah Jurnal. Tidak seperti penerbit yang memiliki jangkauan lebih luas, Jurnal memiliki fungsi yang lebih spesifik dalam publikasi ilmiah. Jurnal ilmiah adalah kumpulan dari artikel-artikel ilmiah yang ditulis sesuai dengan gaya selingkung jurnal masing-masing. Artikel yang dimuat di jurnal dapat berupa hasil penelitian, pengembangan, gagasan, atau lainnya. Jurnal yang sudah saya buat adalah Jurnal Inovasi Pembelajaran (JIP) yang dikelola oleh SMKN 1 Sooko Mojokerto. Jurnal ini mensyaratkan masing-masing artikel sebanyak 6 halaman ukuran A4. Setiap jurnal ada 13 artikel. Terbit setiap bulan Maret, Juni, September, dan Desember. Kenaikan pangkat ke IV-b salah satu syarat wajib adalah jurnal. Tanpa jurnal, tidak akan bisa naik pangkat ke IV-b dan atasnya.

Pilar pendukung, Youtube. Era 4.0 bahkan 5.0 telah mengubah berbagai sendi kehidupan, termasuk pendidikan. Kelahiran Youtube telah mengubah habit dari manusia tentang menonton film atau berita, atau sejenisnya. Era pelatihan juga berubah dari yang tatap muka luring menjadi daring. Pelatihan daring inilah yang saat ini akan menjadi tren 4.0. Guru sudah tidak lagi keluar rumah, menginap di hotel, bayar jutaan rupiah, meninggalkan jam mengajar. Guru yang mengikuti pelatihan cukup melihat penjelasan narasumber di Youtube, dan bertanya lewat komentar. Narasumber akan menanggapi lewat komentar pula, bila jawaban yang dibutuhkan lebih rinci bisa dibuatkan video Q&A. Begitulah sistem pelatihan yang digunakan P3G Jawa Timur. Tiga pilar plus satu pilar pendukung mutlak diperlukan dalam Publikasi ilmiah. Semua pilar itu ada di Pusat Pengembangan Profesi Guru (P3G) Jawa Timur.

* Tulisan ini saya peruntukkan untuk Kelas Daring Menulis Bersama Om Jay (Wijaya Kusumah), pelatihan menulis gratis. Saya didaulat sebagai tamu untuk berbagi pengalaman kepada teman-teman peserta. Semoga tulisan ini dapat menambah khasanah pengetahuan teman-teman tentang publikasi ilmiah. Tulisan ini adalah pengalaman saya bergelut dengan dunia publikasi ilmiah, bukan untuk lomba, tetapi untuk kenaikan pangkat pangkat bagi PNS Guru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *