Tukang Lebih Pintar

Ternyata tukang lebih jago penerapan fisika dalam pertukangan. Salah satunya adalah penggunaan pesawat sederhana ketika membengkokkan besi cor. Sederhana memang tapi bagi saya sebagai guru menjadi sangat menarik.

Alhamdulillah, Allah memberikan kemudahan rezeki untuk memperbaiki rumah. Saya tidak ingin membahas tentang renovasi rumah dalam tulisan ini. Saya ingin melihat sisi lain dari renovasi rumah, yaitu tukangnya. Dalam renovasi rumah, tukang adalah orang yang memiliki keahlian dalam hal pertukangan. Untuk memperlancar tugas tukang, maka dibutuhkan partner, disebut kuli. Kuli adalah semacam pembantu tukang.

Tukang, apapun tingkat pendidikan, pasti memiliki skill yang tidak bisa dianggap remeh. Saya coba menganalisis (sebagai pengamat amatiran) beberapa skill yang dimiliki oleh seorang tukang. Sebelum mengadakan renovasi, saya konsultasi dengan tukang (langganan keluarga saya). Sederhana, saya minta minta dibuatkan kebutuhan anggaran dan kebutuhan material yang akan digunakan untuk renovasi rumah. Hanyak butuh waktu tidak lebih dari 15 menit, gambaran umum kebutuhan material beserta jumlahnya ditulis dalam secarik kertas.

Saat akan kerja, saya mencoba menjelaskan kemauan saya saat renovasi. sang tukang mencoba menerjemahkan keinginan saya. Saya punya prinsip, saya selalu percaya dengan orang yang sudah ahlinya, termasuk kepada tukang. Saya mengamati cara kerja tukang. Kebetulan saya guru fisika. Ternyata tukang lebih jago penerapan fisika dalam pertukangan. Salah satunya adalah penggunaan pesawat sederhana ketika membengkokkan besi cor. Sederhana memang tapi bagi saya sebagai guru menjadi sangat menarik. (Mungkin) kalau saya tanya tukang itu tentang pesawat sederhana, bisa jadi tidak bisa menjawab dan menjelaskan. Tetapi sangat terampil menerapkan konsep fisika dalam pertukangan.

Seorang guru dapat mengambil pelajaran dari hal ini. Konstekstual materi pelajaran akan sangat penting dalam hal membumikan materi-materi yang diajarkan di kelas. Salah satu contonya adalah penggunaan pesawat sederhana dalam pertukangan. Peserta didik akan jauh lebih tertarik dengan hal-hal kontekstual daripada teori-teori yang memusingkan. Mengapa pembelajaran di kelas tidak dibalik saja? Peserta didik ditunjukkan dengan kejadian-kejadian dalam kehidupan sehari-hari dengan disertai teori-teori yang menyokongnya. Menurut saya, pemahaman peserta didik akan jauh lebih menancap lama di memori otaknya. Boleh setuju, boleh tidak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *