Tulisan Jelek

Tidak ada tulisan yang jelek, itulah prinsip saya. Oleh karena itu, setiap tulisan yang masuk tidak pernah saya tolak. Semua orang berhak unjuk tulisannya, sesederhana apapun tulisannya, itu sudah menjadi bukti bahwa orang tersebut mau belajar. Kalau tidak menyukai tulisannya, minimal hormati semangatnya belajar untuk menulis.

Saya terkadang tidak habis pikir, ternyata masih ada teman-teman yang belajar menulis selalu rendah diri dengan berkata, “Maaf, tulisan saya jelek dan tidak layak. Tulisan teman-teman lebih bagus daripada tulisan saya. Saya minder,”. Saya masih banyak menemui teman-teman yang merasa seperti itu. Entahlah, motifnya apa? Memang tulisan merasa jelek atau merendahkan diri padahal tulisannya memang bagus.

Menilai tulisan itu tidak seperti menilai pilihan ganda. Kalau tidak menjawab A berarti salah. Tulisan itu memiliki banyak variabel untuk dinilai. Saya selalu mencari sudut pandang yang terlihat bagus dari tulisan itu. Tujuan sederhana, memberikan motivasi dan semangat agar penulis pemula tidak putus asa. Variabel yang dapat dijadikan patokan adalah alur tulisan, kerangka tulisan, pesan tulisan, tujuan tulisan, diksi, tata bahasa, dan masih banyak lagi.

Satu hal yang tidak bisa ditawar ketika saya menilai sebuah tulisan, yaitu tata bahasa. Itulah hal pertama yang saya lihat. Penulis, baik pemula maupun mahir, wajib belajar tata bahasa, dari mulai hal yang sederhana sampai hal yang kompleks, seperti penggunaan tanda baca, huruf besar kecil, spasi, tanda kurung, dan sebagainya. Bukan berarti harus mahir tata bahasa dulu baru menulis, tetapi menulislah sembari belajar tata bahasa. Itu yang saya lakukan selama ini. Jika ada keraguan dalam menggunakan tata bahasa, langsung saya merujuk pada KKBI atau PUEBI.

Tidak ada tulisan yang jelek, itulah prinsip saya. Oleh karena itu, setiap tulisan yang masuk tidak pernah saya tolak. Semua orang berhak unjuk tulisannya, sesederhana apapun tulisannya, itu sudah menjadi bukti bahwa orang tersebut mau belajar. Kalau tidak menyukai tulisannya, minimal hormati semangatnya belajar untuk menulis.

Hasil tulisanĀ Quick Writing SeriesĀ tidak ada proses penyuntingan lagi. Mengapa? Agar teman-teman tahu progres tulisannya. Apakah setiap tantangan yang dilalui menjadi lebih baik atau sama saja? Buku-buku hasil QWS akan menjadi saksi, bahwa penulis benar-benar sunguh-sunguh belajar atau tidak.

25 thoughts on “Tulisan Jelek

    1. Tmksh Cak Lukman..sdh memberikan wadah menulis qws. Yang hasil tulusan saya belum tentu benar kaidah bahasanya. Tapi disini saya belajar berani menuangkan ide, pikiran ke dalam suatu cerita. Walaupun tata bahasa qws saya masih jauh dari sempurna. Dan saya ingin menajdi penulis yang baik.

  1. Keberanian untuk membuat tulisan terkadang menjadi lemah hanya karena takut membuat kesalahan. Berani menuliskan ide terlebih dulu untuk kemudian terus memperbaiki tulisannya dengan memperhatikan kaidah-kaidah bahasa. Teruslah manulis agar kita sadar betapa kita tak akan puas untuk belajar menulis. Tetima kasih motivasinya Cak….

  2. Setuju banget. Saya mengikuti workshop pembuatan modul dan diberi tantangan seperti ini,dengan menulis,saya merasa ini sesuatu yg hrs saya pelajari.saya ingin menjadi penulis yg baik dan bisa saya gunakanbutl pembelajaran di kelas

  3. siip setuju Cak Lukman.
    di kelas ini saya belajar menulis untuk pertama kalinya. dan disini saya banyak belajar baik dari Cak Lukman maupun dari teman-teman yang hebat-hebat
    terima kasih buat semuanya

  4. Tulisan ku jelek dan tidak bermutu…
    Itulah yg ada dlm pikiranku…tapi karena kelasku online…aku jadi berani nulis…dan puas….
    Jika punya artikel …bisakah nitip di cetak di delta??

  5. Setuju cak, terimakasih sudah menampung tulisan kami. Dari kelas ini, saya berusaha untuk belajar menulis. Walaupun awalnya sempat ragu tapi akhirnya bisa terus mengikuti.

  6. Setuju,
    Terima kasih atas motivasi dan penghargaannya atas keinginan untuk terus menulis.
    “Menulislah, untuk mengabadikan nama. Dengan menulis, sejarah mencatat bahwa kita pernah ada.”

  7. Terima kasih cak Lukman dan teman-teman yang hebat atas inspirasinya. Semoga tidak berhenti sampai di sini dan terdorong untuk berkarya lagi. Semangat !!!

  8. Luar biasa pnghargaan yg dberikn penerbit kpd penulis n sbg nilai tambah tuk pnerbit n pnulis skligus. Mmbuat org senang jg mmliki nilai tambah yg sgt dahsyat. Mdh2an mnjd pnrbit yg plng hebat n sukses selalu.

  9. Terima kasih saya bisa bergabung dengan kelas online ini, saya jadi berana menulis, dan dengan di di muatnya tulisan saya membuat semangat saya bertambah ingin terus menulis terimakasih cak sudah mempasilitasinya untuk berkarya.

  10. menulis berarti menuangkan ide, Berani menuangkan ide dalam bentuk tulisan itu sudah hebat. Sebenarnya setiap hari kita sudah belajar menulis lho, coba di medsos sehari berapa kali buat status, berapa kali komentar,,?

  11. Untuk menjadi baik butuh proses. Terima kasih Cak Lukman sudah menghargai proses penulis untuk menulis yang baik… terima kasih juga atas kesempatan yang diberikan kepada kami para penulis pemula untuk mulai berkarya. Selalu saya ingat pesan Cak Lukman jangan menyesal berkarya….

  12. siap cak… seringkali saya merasa seperti itu, tulisan saya jelek
    sudah sering saya ikut pelatihan penulisan, tapi belum ada yang seperti pelatihan (QWS) kali ini, setiap menulis langsung jadi buku… wow amasing… bagi saya pribadi maupun keluarga kecilku.
    ini hanya untuk batu loncatan agar kami lebih percaya diri untuk tulisan2 berikutnya.
    terima kasih atas atensi dan kesempatan belajar ini.
    siap terus menulis dan lebih berkarya lagi

  13. Aku sekali, maaf tidak bisa mengikuti semua kegiatan karena satu dan lain hal terimakasih telah memberi motivasi

  14. Di QWS ini saya merasa termotivasi dan terwadahi apa yang menjadi keinginan saya , paling tidak tertuang dalam bentuk buku yang bisa dipakai kenangan dan motivasi untuk anak anak saya. jadi pingin punya karya buku sendiri.

  15. Tengkyu Cak, baru kali ini seumur umur tulisan saya di apresiasi maksudnya, di bukukan. Bangga sekali rasanya, hampir pensiun masih ingin unjuk diri.. Selalu semangat mas guru…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *