Tulisan Sempurna, perlukah?

Aktivitas menulis bukan hanya masalah kesempurnaan, terutama penulis pemula seperti saya. Penulis pemula perlu mengasah dengan menulis banyak tulisan. Practice makes perfect. Saya masih percaya hal itu.

Penulis memiliki sudut pandang yang berbeda perihal kesempurnaan tulisan. Ada yang berpikir apa yang saya tulis apa adanya saja, yang penting pesan yang ingin saya sampaikan ditangkap oleh pembaca. Ada penulis yang ingin tulisannya sempurna dari segi diksi, kalimat, ejaan, dan apapun itu agar tampak wah ketika dibaca orang lain. Dua-dua tidak salah dan sah-sah saja menurut saya. Lain lubuk lain belalang, lain orang lain pula isi otaknya.

Aktivitas menulis bukan hanya masalah kesempurnaan, terutama penulis pemula seperti saya. Penulis pemula perlu mengasah dengan menulis banyak tulisan. Practice makes perfect. Saya masih percaya hal itu. Latihan akan mengantarkan kita pada kesempurnaan. Begitu juga menulis. Latihan menulis akan mengasah kemampuan menulis, tentu harus dibarengi dengan terus belajar dasar-dasar menulis, seperti menabung diksi, belajar KBII, PUEBI,

Tulisan yang kita buat, bahkan sudah dalam bentuk buku atau dibukukan adalah sebuah proses. Cobalah lihat buku-buku yang teman-teman telah tulis, entah karya solo atau karya bersama. Amati tulisan yang ada di buku tersebut. Urutkan manakah yang lebih baik tulisannya? Buku pertama atau buku yang terakhir? Inilah yang saya namakah sebuah proses. Proses menuju sebuah kesempurnaan. Tidak ada yang instan dalam hal menulis.

Kapan tulisan kita sempurna? ketika tulisan kita selesai!

14 thoughts on “Tulisan Sempurna, perlukah?

  1. Sangat setuju bahwa menulis kalau tidak di mulai dari sekarang kapan kita mulainya dan tulisan yang di buat saya gak berfikir bagus atau bagaimana yang penting bisa menulis

  2. Alhamdulillah.. Semoga saya bisa berproses untuk menulis lebih baik.. Tentu saja masih banyak bimbingan dr Cak Lukman dan banyak latihan dr diri sendiri.. Semoga bisa.. Aamiin.. Terima kasih banya Cak

  3. Hebat. Kapan lagi kalau tidak dimulai. Mulai dari sekarang, mulai dari yg mudah, mulai dari diri sendiri

  4. Guru Penulis yg hebat. Meskipun tahu betul ada tulisan dari muridnya lambat tetap memberi kesempatan untuk belajar…..

  5. Terimakasih ilmunya Cak Saya banyak belajar dari panjenegan. Cara panjenengan menghargai karya orang lain amazing banget. Membuat orang lain pengin terus menulis. Matursuwun Cak Lukman dan tim

  6. Terima kasih tim P3G, saya jadi merasa bahwa menulis itu tidaklah sulit, dan yang jadi tahu link untuk mengISBN kan buku.

  7. Assalamualaikum.wr.wb.
    Bagi pemula memang kadang bingung, darimana memulainya… tapi dengan banyak membaca buku tentang “Menulis”,maka akan memotivasi untuk memulai menulis. Apalagi ketika karyanya diterbitkan oleh penerbit. Maka semakin bersemangat untuk menulis. Saya sepakat dengan apa yg dipaparkan dalam Artikel ini. Barakallah.Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *