Whatsapp, Media Cari Ilmu

Terkadang kita tidak sadar, Whatsapp hanya dijadikan sebagai ajang reunian dengan teman TK, SD, SMP, SMA, SMK, bahkan kuliah. Tidak sedikit pula, hanya dijadikan ajang ghibah jarak jauh.

Caption dari salah satu kontak telepon seluler pintar yang terhubung di aplikasi pesan instan Whatsapp yang menarik untuk dilihat dan direnungkan: Whatsapp sebagai ajang mencari ilmu. Kok bisa? Tadi malam saya berbagi dengan teman-teman seluruh Indonesia yang tergabung dalam Pelatihan Menulis Gratis Bersama Om Wijaya Kusumah. Om Jay, panggilan akrab pak Wijaya Kusuma, mengundang teman-teman lain untuk berbagi di grup menulis tersebut, termasuk saya salah satunya. Pelatihan yang digagas oleh Om Jay ini menggunakan aplikasi pesan instan Whatsapp sebagai media untuk menyampaikan materi dan berdiskusi. Walaupun kurang efektif, bila hanya mengandalkan Whatsapp, karena bahasa tulis adalah bahasa yang datar dan terkadang salah paham, tetapi ini tidak mengurangi semangat belajar peserta. Buktinya, teman-teman antusias berdiskusi dan berbagi dengan saya di Whatsapp. Bahkan, beberapa peserta via jaringan pribadi (Whatsapp-pribadi) saya untuk diskusi. Dengan niat berbagi, saya balas secepat mungkin berdasarkan pengalaman dan ilmu saya.

Terkadang kita tidak sadar, Whatsapp hanya dijadikan sebagai ajang reunian dengan teman TK, SD, SMP, SMA, SMK, bahkan kuliah. Tidak sedikit pula, hanya dijadikan ajang ghibah jarak jauh. Konflik di grup Whatsapp juga tidak jarang mengakibatkan teman satu grup sakit hati karena tulisan kita. Ingat, pesan yang kita tulis itu datar alias tidak berperasaan. Semoga kita terhindar dari hal-hal tersebut. Bukankah apa yang kita tulis nanti akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Cukuplah berprinsip: ngetik yang baik atau diam!

Makanya bersiaplah bergabung dengan grup-grup mencerdaskan di Whatsapp, pantau terus story Whatsapp saya karena bulan Februari 2020, akan even akbar yang fenomenal: Kelas #nulisPTKbareng selama enam bulan. Sudah siapkah anda menjadikan Whatsapp sebagai ajang mencari ilmu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *