Writing By

Kalau writing by computer, saya sebut 4.0 erawriting by mobile phone atau smartphone saya sebut 4.5 era, maka writing by cloud computing adalah 5.0 era.

Perkembangan teknologi, mau tidak mau, suka tidak suka, telah mempengaruhi seluruh sendi kehidupan, tidak terkecuali dunia literasi, khususnya penulisan. Saya lahir tahu delapan puluhan (1980-an) yang masih sangat tradisional dalam menulis, tetapi sampai sekarang masih dipakai. Saya mencoba memetakan keterampilan dasar menulis menjadi lima zaman agar kita selalu bersyukur bahwa hari ini, kita sangat dimanjakan oleh teknologi.

Writing by pencil. Era ini saya sebut sebagai era tradisional, bahkan anak saya waktu menulis cerita, suka menulis dengan pensil (termasuk ballpoint di dalamnya). Tradisional bukan berarti tidak berguna, justru ini adalah keterampilan paling dasar dari menulis. Anak sejak mengenal tulisan, menulis dengan pensil wajib diajarkan dan sampai sekarang masih diajarkan di sekolah, bahkan sampai jenjang S-3, mahasiswa masih suka mencatat pakai pensil.

Writing by typing writer. Era ini saya alami ketika saya menjadi Sekretaris Jenderal Remaja Masjid di SMA Muhammadiyah 1 Jombang. Sebagai Sekjend, yang tugas salah satunya adalah membuat proposal. Proposal dibuat menggunakan mesin ketik. Karakter yang ditanamkan ketika menulis menggunakan mesin ketik adalah kehati-hatian, karena di mesin ketik tidak tombol undo (ctrl+z). Sekali typo, di tipe-x atau mengetik ulang dari awal. Makanya menulis dengan mesin ketik, konsep harus sudah jelas dan paten.

Writing by computer. Ini era manja sehingga penulis menjadi pemalas. Kalau mesin ketik, tekan papan ketik, tulisan langsung tercetak (hardcopy), sedangkan komputer, tekan papan ketik, tulisan tercetak di layar (softcopy). Era menulis dengan komputer seharusnya menjadikan penulis termotivasi karena dimudahkan dengan teknologi. Ketika menulis belum selesai, file disimpan, bisa dilanjutkan lagi di waktu lain.

Writing by smartphone. Ini era sekarang, era 4.0, mobile era. Penulis bisa menulis di mana saja dan kapan saja dengan gawai cerdas di genggaman. Semua artikel yang saya posting di Facebook, saya ketik menggunakan gawai cerdas. Ada ide langsung ketik. Kapan pun dan di mana pun berada. Sehingga ide tidak menguap begitu saja dan akhirnya lupa. Keterbatasan fitur yang ada di gawai cerdas, jika kita memasang aplikasi office, tidak menjadi penghalang untuk menuangkan ide dalam bentuk tulisan. Sebagaimana komputer, gawai cerdas adalah komputer mini yang praktis untuk dibawa dan menuliskan ide yang muncul tiba-tiba. Tidak alasan lagi untuk kehilangan ide karena gawai cerdas selalu digegaman.

Writing by cloud computing. Ini model menulis kolaboratif berbasis daring. (Mungkin) teman-teman masih asing dengan istilah penyimpanan awan (cloud computing). Bila saya menyebut Google Docs, Google Form, Google Sheet, miliknya Google dan Office 365 miliknya Microsoft adalah aplikasi office berbasis penyimpanan awan. Untuk menggunakan aplikasi ini, teman-teman harus menggunakan internet karena aplikasi daring (online). Dengan menggunakan akun Google atau akun Microsoft, maka teman-teman bisa menggarap project bersama, misalnya membuat modul atau antologi. Penasaran? Mbah Google saja. Kalau writing by computer, saya sebut 4.0 erawriting by mobile phone atau smartphone saya sebut 4.5 era, maka writing by cloud computing adalah 5.0 era.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *