Trilogi Antologi Penanda Sejarah

Sungguh sayang jika momentum ini tidak diabadikan dalam bentuk tulisan, cerita, dan puisi. Tulisan, cerita, dan puisi itu akan menjadi penanda sejarah bahwa kita pernah melakukan kebiasaan di rumah. Kebiasaan ini disebut dengan tagar #StayAtHome.

Momentum adalah sesuatu yang kadang datang tak berulang, bahkan hanya sekali seumur hidup. Penyesalan akan datang, bila kita lupa atau sengaja tidak mengabadikan momentum yang paling berkesan dalam hidup. Momentum bisa diabadikan dalam bentuk foto, video, status, tulisan, buku, dan apapun yang bisa menjadi penanda bahwa kita pernah mengalami atau berada pada momen tersebut.

Hari ini, kita mengalami kejadian yang belum pernah kita alami sebelum, Pademi Corovirus 2019 atau lebih akrab disebut Covid-19.  Pademi akibat Covid-19 telah mengubah kebiasaan hidup manusia dalam segala bidang. Biasanya kita bebas keluar rumah, hari ini kita disarankan untuk tetap di rumah. Pusat perbelanjaan yang biasanya ramai pengunjung, dibatasi bahwa diperiksa sebelum masuk ke dalam pusat perbelanjaan. Guru yang biasanya mengajar di sekolah dan siswa belajar di rumah, diinstruksikan belajar dan mengajar di rumah.

Sungguh sayang jika momentum ini tidak diabadikan dalam bentuk tulisan. Tulisan itu akan menjadi penanda sejarah bahwa kita pernah melakukan semua kegiatan di rumah. Kegiatan ini disebut dengan tagar #StayAtHome. Tulisan bersejarah ini akan dilakukan dalam 3 (tiga) bentuk, yaitu Pembelajaran Daring, Cerita Kreatif di Rumah, Puisi tentang Pandemi atau segala hal yang berhubungan dengan kegiatan selama pandemi.

Trilogi Antologi Penanda Sejarah: Pembelajaran Daring Era Pandemi berisi tentang pembelajaran daring yang dilakukan oleh guru dari rumah dan siswa belajar di rumah. Hal-hal yang menarik yang perlu diulas dan bisa menginspirasi banyak pembaca, khususnya guru.

Trilogi Antologi Penanda Sejaran: Surga Kaum Rebahan berisi tentang puisi yang menggambarkan keadaan selama pandemi. Penyuka puisi bisa memainkan kata-kata  sastra. Banyak tema yang bisa diangkat: tentang virus korona, #StayAtHome, dan sebagainya. Antologi ini diperuntukkan untuk siapa saja yang menjadi penanda sejarah dalam bentuk puisi.

Trilogi Antologi Penanda Sejarah: Lockdown! berisi tentang cerita kegiatan kreatif selama di rumah. Kegiatan bersama keluarga, berkebun, menulis, membaca buku, mengaji, dan segala aktifitas yang menarik lainnya.

Penerbit Delta Pustaka memberikan kesempatan untuk bergabung di salah satu atau semua bagian dari Buku Trilogi Penanda Sejarah. Berikut persyaratannya:

  1. Semua peserta antologi wajib memposting tulisan ini di Facebook dan membagikan kepada 5 orang/1 grup di Whatsapp.
  2. Subscribe Youtube Channel: Kelasku Online melalui tautan ini [Subscribe]
  3. Bergabung dengan grup Whatsapp melalui tautan ini [Grup Whatsapp]
  4. Naskah yang dikirim sebanyak 6 halaman (tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih) dengan menggunakan template pada tautan ini [Template Pembelajaran Daring dan Cerita] [Template Puisi]
  5. Naskah sesuai template dikirim ke Whatsapp Business Penerbit Delta Pustaka melalui tautan ini  {WA PDP}
  6. Naskah yang memenuhi syarat akan langsung masuk list dalam Trilogi Antologi Penanda Sejarah, sesuai temanya.
  7. Peserta yang naskahnya dinyatakan diterima, selanjutnya membayar uang sebesar 50.000,00 (Lima Puluh Ribu Rupiah) dan ongkos kirim dari Jombang menuju ke alamat penulis (Silahkan penulis menghitung sendiri ongkos kirimnya menggunakan jasa pengiriman JNE REGULER).
  8. Setiap penulis mendapatkan 1  buku antologi.
  9. 1 (satu) Buku Antologi terdiri dari 50 penulis.
  10. 1 (satu Buku Antologi berisi 50 tulisan dari 50 penulis dengan jumlah halamannya 300 halaman.
  11. Jika penulis lebih dari 50 orang, maka akan dimuat di buku kedua dengan judul yang sama artinya setiap kelipatan 50 penulis akan dimuat pada buku selanjutnya (bagian 2).
  12. Naskah diterima paling lambat tanggal 3 Mei 2020, pukul 12.00 WIB.
  13. Buku akan dikirim ke Penulis sekitar tanggal 1 Juni 2020.

Ketentuan yang belum tercantum atau perubahan pada tulisan ini, akan diinformasikan di Grup WA Trilogi Penanda Sejarah.

Selamat berkarya dan jadilah bagian dari sejarah!

Narahubung: Lukman Hakim (WA: 085.85.0000.784)

29 thoughts on “Trilogi Antologi Penanda Sejarah

    1. Alhamdulilah bisa ikut menoreh dalam trilogi oenanda Sejarah.
      Tidak semua orang memiliki ide yg cemerlang dalam memfasilitasi kreatifitas guru. Cak lukman keren abiz idenya . Selalu bermunculan ide2 kreatifnya dalam menhgandeng rekan-rekan guru se Indonesia. SELAMAT ATAS LAUNCHING BUKU TRILOGI PENANDA SEJARAH KE 1 semoga membawa berkah

  1. Bagus sebagai rekam jejak seorang akademisi yang diwujudkan dalam buku antologi sebagai karya bersama saat stay at home tanpa mengenai jarak dan waktu. Semoga karya tersebut bermanfaat.

  2. Saya merasa beruntung bisa tergabung sebagai penulis di Trilogi Sejarah sesi 1…masa tak pernah terulang, namun jika kita menulis pada sebuah momont berkelas dunia, maka sejarah akan mengukir nama kita. Trims Cak Lukman atas idenya

  3. Sangatlah menarik karena dengan buku trilogi ini merupakan salah satu peristiwa sejarah yang pernah terjadi di Indonesia. Thanks pak Lukman bisa ikut partisipasi dalam buku trilogi

    1. Sesuatu banget…
      Pengalaman pertama menulis yg luar biasa brsama orang2 hebat d trilogi sejarah ini…
      Smg sll mmbwa keberkahan buat kita semua ..

      Beli selasih d kota sleman
      Terimaksih buat cak lukman

      Menjual kain sambil makan lapis
      Smg kelaskuonline sll eksis

  4. Bangga menjadi bagian antalogi penanda sejarah. Meski bagai debu di ujung jari, namun tetap mewarnai sejarah epidemi covid 19. Terima kasih telah diberi kesempatan, special thaks for Mr.Lukman. Sukses untuk kita semua.

  5. Bergabung dengan orang-orang hebat membangun semangat.
    Terima kasih atas kesempatan yang mulia ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *