Jumat Berkah dari Ongkir

Berawal dari ide tidak sengaja, karena saya salah memperkirakan ongkos kirim buku ke alamat penulis.

Sedekah tidak harus wah, berjuta-juta. Sedekah tidak harus menunggu kaya. Sedekah bisa dari hal-hal yang sederhana, remeh, dan receh. Sedekah dari ongkos kirim (ongkir) teman-teman penulis yang telah mempercayakan bukunya dicetak oleh Penerbit Delta Pustaka.

Berawal dari ide tidak sengaja, karena saya salah memperkirakan ongkos kirim buku ke alamat penulis. Lima buku cetak, saya hitung 2000 gram (2 kg), padahal ketika saya timbang pakai timbangan tepung istri di dapur, hanya sekitar 650 gram sampai dengan 850 gram tergantung ketebalannya. Jadi, hitungan ongkir hampir dua kali lipat. Nah, kemarin ingin saya kembalikan dalam bentuk pulsa, tetapi ada ide untuk saya belikan nasi bungkus. Alhamdulillah dapat 20 nasi bungkus.

Nasi bungkus ini saya bagikan ke Pak Ogah (sebutan orang yang menyebrangkan jalan) di perempatan/pertigaan jalan, tukang becak, dan orang-orang yang saya anggap layak menerima. Orang-orang ini saya temui dalam perjalanan berangkat ke sekolah dari Jombang (rumah saya) ke Mojokerto (sekolah tempat kerja saya) yang berjarak kurang lebih 30 km-an. Alhamdulillah, nasi bungkus habis dalam setengah perjalanan. Semoga kemudahan ini berasal dari keikhlasan penulis. Aamiin.

Tulisan sekaligus izin untuk mengikhlaskan kelebihan ongkir bukunya untuk Jumat Berkah. Semoga Allah memberikan rizki yang melipah kepada penulis sekalian. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *